Minggu, 04 Oktober 2026

Lamudi Hitung Dana Korupsi e-KTP Bisa Buat Bangun 19ribu Rumah Murah

Jumat, 24 Maret 2017 00:30 WIB
Lamudi Hitung Dana Korupsi e-KTP Bisa Buat Bangun 19ribu Rumah Murah
BERITASUMUT.COM/IST
Pembangunan kota
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun, memang tidak pernah sepi dari pemberitaan, selain karena dana yang diselewengkan cukup besar, kasus ini pun menyeret banyak nama anggota dewan legislatif. 
 
"Memang sungguh sayang, jika dana korupsi sebesar Rp 2,3 triliun tersebut digunakan untuk kemaslahatan orang banyak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah tentu sangat berarti bagi mereka. Contohnya seperti membagun rumah murah," ujar Eddy Ganefo, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) yang dilansir Lamudi.co.id, Kamis (23/03/2017). 
 
Menurut Eddy, untuk membangun satu unit rumah subsidi pengembang harus mengeluarkan dana sebesar 90 persen dari total penjualan, artinya jika rumah subsidi dijual seharga Rp 135 juta maka pengembang harus mengeluarkan dana sekitar Rp 120 juta untuk membangun satu unit rumah subsidi. "Jika dana korupsi e-KTP sebesar Rp 2,3 triliun tersebut dialokasikan untuk membangun rumah murah, maka pemerintah dapat membangun sekitar 19 ribu rumah murah," imbuhnya.  
 
Sementara itu, Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman menilai kekurangan angka rumah di Indonesia saat ini harus segera ditangani dengan serius, karena kebutuhannya terus meningkat, sementara pasokannya belum optimal. “Angka kebutuhan akan rumah setiap tahunnya terus meningkat sementara harga rumah terus naik, oleh karena itu pemerintah  harus bisa menyediakan perumahan yang murah namun layak huni”, ujar Polman.    
 
Sekedar catatan, saat ini angka kekurangan rumah di Indonesia yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) mencapai 11,4 juta turun dari data acuan RPJM 2015-2019 sebesar 13,5 juta. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern, Wali Kota Sibolga Periode 2021-2025 Ditetapkan Tersangka
Modus Bantu Anak Sakit Turun dari Mobil, Jukir Curi Tas IRT
Pengadaan 15 Ribu Jilbab Terindikasi Korupsi, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Deli Serdang
Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, Empat Rumah dan Satu Sekolah Rusak
Polrestabes Medan Ringkus Dua "Spiderman" Lompati 10 Rumah
Tanpa PBG, Pembangunan Dua Perumahan Elite di Medan Tembung dan Medan Perjuangan Diduga Melanggar Aturan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker