Senin, 20 April 2026

Menlu Retno Marsudi: KTT APEC 2020 Hasilkan Dokumen Visi 2040 & Deklarasi Kuala Lumpur

Sabtu, 21 November 2020 22:00 WIB
Menlu Retno Marsudi: KTT APEC 2020 Hasilkan Dokumen Visi 2040 & Deklarasi Kuala Lumpur
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Presiden RI, Ir H Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat (20/11/2020) malam.

KTT APEC kali ini dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin selaku Ketua dan Tuan Rumah APEC 2020. Dihadiri oleh 21 pemimpin negara APEC, dan diikuti oleh Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Sementara Presiden Indonesia didampingi oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jaelani.

Menlu Retno Marsudi, dilansir dari Setkab.go.id, Sabtu (21/11/2020) menyampaikan, dalam KTT dibahas dua agenda utama, yaitu kerja sama penanganan COVID-19 dan upaya pemulihan ekonomi di kawasan serta pembahasan visi APEC Pasca-2020 yang kemudian dinamakan APEC Putrajaya Vision 2040.

Baca Juga:

"Di dalam rangkaian KTT APEC ini, terdapat dua dokumen yang disahkan oleh para pemimpin APEC, yaitu APEC Putrajaya Vision 2040 dan Kuala Lumpur Declaration (Deklarasi Kuala Lumpur). APEC Putrajaya Vision 2040 merupakan kelanjutan dari Bogor Goals yang telah mencapai tenggatnya pada tahun 2020 ini. Dan visi baru ini akan menjadi landasan selanjutnya kerja sama APEC untuk 20 tahun ke depan,” ujar Menlu Retno.

APEC Putrajaya Vision 2040 berfokus pada empat hal. Pertama, penguatan sistem perdagangan dan investasi, kedua pengembangan inovasi dan digitalisasi, ketiga memastikan ketahanan kawasan melalui pertumbuhan yang kuat dan berkualitas di kawasan APEC, serta yang keempat semangat penguatan kelembagaan APEC dan penetapan 2040 sebagai batas pencapaian visi APEC.

Baca Juga:

“Dalam negosiasi persiapan KTT terdapat beberapa isu yang berhasil dimasukkan Indonesia di dalam visi APEC Pasca-2020, yaitu antara lain mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, mendorong pembangunan konektivitas, mendorong pemberdayaan UMKM dan perempuan dalam ekonomi digital, mengarusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi, akses perdagangan dan pengembangan kapasitas sebagaimana yang tercantum dalam Bogor Goals tahun 1994,” tutur Menlu.

Dokumen kedua, Kuala Lumpur Declaration, secara umum menekankan komitmen pemimpin ekonomi APEC untuk segera bekerja sama dalam penanganan pandemi, memulihkan ekonomi, termasuk memanfaatkan peluang ekonomi-ekonomi baru, seperti ekonomi digital, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan inovatif. “Bagi Indonesia, APEC tahun ini merupakan pertemuan yang sangat penting. Mengingat penyelenggaraan APEC dilakukan di tengah situasi pandemi dan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia,” jelas Menlu.

Selain itu, imbuhnya, terjadi juga rivalitas yang semakin menajam di antara negara-negara besar, yang terlihat pada pertemuan APEC sebelumnya tidak dapat menghasilkan dokumen kesepakatan. “Tahun 2020 ini juga merupakan tenggat dari Bogor Goals. Pada APEC tahun ini disepakati, sekali lagi, APEC Putrajaya Vision 2040 yang melanjutkan visi Bogor Goals tahun 1994,” pungkas Menlu. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 12 Kg Sabu Asal Malaysia
Penyelundupan 25 Kg Sabu dari Malaysia di Perairan Batubara Digagalkan, 3 Kurir Ditangkap
Penembakan WNI di Malaysia, Presiden Prabowo Percaya Investigasi akan Transparan
Jenazah WNI Korban Penembakan Aparat Malaysia Tiba di Pekanbaru
Prabowo dan Anwar Ibrahim Sepakat Tertibkan Masalah Tenaga Kerja
 Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker