Sabtu, 25 April 2026

Soal Impor Garam, Presiden Jokowi: Kita Harus Realistis

Rabu, 04 April 2018 16:00 WIB
Soal Impor Garam, Presiden Jokowi: Kita Harus Realistis
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Terkait dengan keputusan pemerintah untuk mengimpor sebanyak 3,7 juta ton garam industry, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa hal itu dilakukan karena industri di tanah air membutuhkan garam dengan kualitas yang berbeda yang dihasilkan oleh petani garam.
 
“Kita harus realistis ya, bahwa industri kita itu membutuhkan yang namanya garam dengan kualitas yang berbeda yang dihasilkan oleh petani garam, itu berbeda,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai Meresmikan Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran “Making Indonesia 4.0” di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (04/04/2018).
 
Presiden mengingatkan, bahwa garam industri yang diimpor dengan garam yang dihasilkan oleh petani pasarnya berbeda, segmentasinya berbeda, dan juga kualitasnya berbeda. Kalau kita tidak impor garam industri, menurut Presiden akibatnya industri itu bisa berhenti.
 
“Meskipun penggunaannya  mungkin hanya 2 persen tapi juga menjadi kunci, gitu. Kayak mobil kemudian bannya enggak ada, meskipun hanya ban tapi enggak jadi mobil kan,” ungkap Presiden.
 
Ini terjadi, lanjut Presiden, karena  garam industri ini dibutuhkan untuk kaca, kosmetik, makanan-minuman, farmasi, dan banyak industri yang membutuhkan ini.
 
Presiden meminta agar dibedakan antara yang garam industri dan garam rakyat. “Yang saya tahu, saya pantau terus, harga garam yang di Madura, di NTT, di Aceh sekarang ini masih pada posisi harga yang baik,” ucap Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Namun demikian, Presiden telah memerintahkan kepada aparat untuk menjaga agar garam industri impor tidak tembus ke pasar.
 
Sebelumnya dalam kesempatan terpisah Menko Perekonomian Darmin Nasution mengemukakan, impor garam masih diperlukan sebab Indonesia masih belum bisa memproduksi garam industri dengan kadar Natrium Chlorida (NaCl) dengan kadar 97,4 persen.
 
Menurut Darmin, garam industri yang diimpor ini tidak akan digelontorkan secara bertahap, namun akan dikucurkan per bulan tergantung kemampuan penyerapan industri.
 
“Kami akhirnya memutuskan impor garam industri sebesar 3,7 juta ton per bulan, tapi kan tiak sekaligus juga, lihat dulu paling kemampuan industri berapa sebulannya,” ujar Darmin ditemui di kantornya, Jumat (19/01/2018) lalu.(BS01)

Tags
beritaTerkait
 Pemerintah Bakal Percepat Izin Impor Daging Sapi dan Kerbau
Tindaklanjut Arahan Presiden, Menperin Susun Strategi Peningkatan Produktivitas Garam Rakyat
Pemerintah Akan Cabut Izin Importir yang Langgar Aturan Importasi Garam Industri
DPR : Hari Tani Nasional Mengingatkan Pemerintah Agar Setop Impor
Anggota DPR Asal Sumbar Ini Tolak Impor Beras
Dua Tahun Jokowi-JK, Masyarakat Indonesia Disambut 400 Ribu Ekor Sapi Impor dari Meksiko
komentar
beritaTerbaru
hit tracker