Sabtu, 06 Juni 2026

Legislator Tolak Keras Rencana Penjualan Bandara dan Pelabuhan

Rabu, 15 November 2017 11:52 WIB
Legislator Tolak Keras Rencana Penjualan Bandara dan Pelabuhan
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Anggota Komisi 4 DPR RI Hermanto menolak keras rencana pemerintah yang akan menawarkan pengoperasian sejumlah bandara dan pelabuhan kepada asing. Keterlibatan asing dalam pengoperasian bandara dan pelabuhan berpotensi melemahkan bahkan menghilangkan kontrol karantina.
 
"Kontrol karantina yang lemah akan menimbulkan kerawanan. Produk-produk pertanian ilegal dari luar yang membawa organisme hama/penyakit akan lebih mudah masuk ke Indonesia," paparnya dalam keterangan tertulis kepada media massa, Rabu (15/11/2017).
 
Organisme hama/penyakit yang terbawa produk-produk pertanian ilegal dari luar itu, lanjutnya, jika lolos masuk ke Indonesia selanjutnya akan masuk ke sistem tanah dan tumbuhan/hewan.  "Lalu organisme tersebut menginfeksi  tumbuhan/hewan ternak kita.  Akibat infeksi tersebut, produktivitas pertanian kita akan rendah. Produktivitas pertanian yang rendah tentu sangat mengganggu kedaulatan pangan kita," sebutnya.
 
Karantina, katanya, merupakan benteng pertahanan negara yang berperan sangat penting dalam mencegah masuknya produk-produk pertanian ilegal pembawa hama dan penyakit. "Karena itu jangan serahkan pengelolaan benteng pertahanan negara kepada asing," pungkas legislator FPKS dari dapil Sumatera Barat ini.(rel)

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu
Menteri Imipas Copot 71 Pegawai Imigrasi Soetta Buntut Pungli WN China
Pj Gubernur Sumut Hadiri Peresmian Penerbangan Domestik Perdana dari Bandara Gatot Subroto Way Kanan
Pesawat Terbakar di Bandara Busan Korsel, 176 Orang Dievakuasi
Pangkoopsud II Hadiri Perayaan Natal Oikumene Bandara Sultan Hasanuddin
Pj Gubernur Sumut Resmikan Galeri Kreasi Dekranasda Sumut di Bandara Kualanamu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker