Jumat, 08 Mei 2026
Fesyar 2017 Regional Sumatera

Gubernur Sumut : Ekonomi Syariah Katalisator Pengembangan Perekonomian

Senin, 09 Oktober 2017 01:25 WIB
Gubernur Sumut : Ekonomi Syariah Katalisator Pengembangan Perekonomian
beritasumut.com/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi membuka secara resmi Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2017 ditandai dengan pemukulan beduk di Lapangan Merdeka Medan Jumat (06/10/2017) malam.
 
Hadir mendampingi Gubsu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dr Sugeng, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Budi Santoso, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sumut, dan 13 pimpinan BI se regional Sumatera.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumut berterimakasih atas kepercayaan Bank Indonesia yang memilih pelaksanaan Fesyar 2017 Regional Sumatera di Kota Medan, Sumut. Kehadiran pimpinan BI, OJK, dan para undangan lainnya menurut Gubsu merupakan wujud semangat yang kuat sebagai upaya meningkatkan dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mengingat potensinya yang cukup besar sebagai sumber pembiayaan kegiatan ekonomi masyarakat. Gubernur pun mengharapkan melalui Fesyar masyarakat luas dapat diperkenalkan dengan pengembangan sektor sosial secara islami.
 
Dikatakan Erry ekonomi syariah bukanlah semata untuk umat islam tapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Ekonomi syariah dapat menjadi katalisator dalam pengembangan perekonomian berbasis syariah di Sumatera khususnya di Sumut.  Ekonomi syariah dapat memberikan keselarasan bagi kehidupan dunia. 
 
"Esensi sistem keuangan dan ekonomi syariah dipandang dapat menjadi solusi terhadap ketidakpastian ekonomi baik global maupu domestik karena memiliki karakter keselarasan antara sektor keuanga dan sektor real, perluasan basis produksi, pengurangan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujarnya.
 
Dikatakan Erry, Sumut memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi syariah karena berpenduduk mayoritas beragama islam. Berdasaran data bahwa dari total 14,1 juta penduduk Sumut 64 persen beragama Islam. Selain itu Sumut juga memeliki jumlah sumber daya manusia (SDM) yang sangat potensial untuk dikembangkan dan diarahkan menjadi sumber daya insani penggerak pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Lebih lanjut dikatakan Erry dalam perkembangannya saat ini ekonomi syariah di Sumut tumbuh cukup menggembirakan meskipun pangsa pemanfaatannya masih terbilang rendah.  Tapi dengan pertumbuhan aset, kredit dan DPK Perbankan syariah berada dalam trend yang meningkat.
 
"Ekonomi syariah dapat memberikan kemaslahatan masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian di Sumut. Sama halnya dengan ekonomi konvensional
Ekonomi syariah juga mengenal aspek makro dan mikro ekonomi. Namun yang lebih penting bagaimana masyarakat dapat berprilaku ekonomi secara syariah dalam prilaku konsumsi dan kedermawanan.  Prilaku bisnis para pengusaha termasuk juga dalam sasaran gerakan ekonomi syariah," paparnya.
 
Dari sisi non keuangan kegiatan ekonomi syariah juga semakin berkembang.  Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prilaku konsumsi yang islami.  Kedermawanan juga semakin meningkat.  Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya dana zakat, infak,wakaf dan sedekah yang berhasil dihimpun badan atau lembaga pengelola dana-dana tersebut, dan pada industri syariah non keuangan seperti produk halal, wisata syariah, fashion syariah dan lain-lain.
 
"Dalam kesempatan ini kami mengapresiasi langkah pemerintah pusat, setiap bank di Indonesia, otoritas keuangan, pemda, SKPD dan instansi-instansi terkait layanannya.  Karena tanpa adanya koordinasi yang baik  hal tersebut tidak akan tercapai.  Marilah kita tingkatkan kerjasama kita agar Sumut lebih paten lagi kedepan," pungkasnya.
 
Sebelumny Deputi Gubernur BI Sugeng menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen dengan inflasi yang cukup rendah hingga September 3,72%.
 
Dikatakan Sugeng, dalam tantangan global kinerja keuangan dan ekonomi syariah  memperlihatkan potensi yang besar.  Dimana pada tahun 2021 nanti volume industri halal dan keuangan syariah gobal diperkirakan mencapai 6,4 triliun dolar US.  Meskipun pertumbuhan ekonomi saat ini masih cukup rendah tapi pihaknya menyakini dengan berbagai upaya dan langkah-langkah menuju kesana akan membantu kinerja yang lebih baik lagi.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Hadiri Semesta Fest 2025, Walikota Medan Apresiasi dan Berharap Membawa Manfaat untuk Ekonomi Syariah
Begini Jurus OJK Geber Keuangan Syariah di RI
Pj Gubernur Sumut Resmikan Masjid Basyariah Langkat
Manulife Indonesia Meluncurkan Solusi Berbasis Syariah untuk Memenuhi Kebutuhan Generasi Muda
Pemko Medan Seminarkan Hasil Penelitian Pengaruh Koperasi Syariah Mesjid Mandiri Bagi Pemberdayaan Ekonomi
Plt Bupati Langkat Afandin Apresiasi Taman Wisata Syariah Pamah Simelir
komentar
beritaTerbaru
hit tracker