Selasa, 28 Juli 2026

Pasokan Minim, Harga Ikan di Binjai Melonjak 30 Persen

Senin, 17 Oktober 2016 13:41 WIB
Pasokan Minim, Harga Ikan di Binjai Melonjak 30 Persen
beritasumut.com/BS08
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak tinggi yang melanda perairan Indonesia membuat kalanagan nelayan enggan melaut, yang mengakibatkan pasokan ikan di sejumlah pasar tradisional minim.

Selain itu, harga ikan komoditas laut kini menjadi melambung. Salah satunya di Binjai, Sumatera Utara. Harga ikan saat ini mengalami kenaikan rata rata hingga 30 persen.

Di pasar pagi Kebun Lada Binjai, kenaikan komoditas laut seperti ikan, udang dan cumi cumi sudah berlangsung sejak sepekan yang lalu. "Ini harga naik udah ada lah seminggu ini," ujar Sofian salah seorang pedagang ikan, Senin (17/10/2016).

Harga ikan gembung yang sebelumnya di jual seharga 28 ribu rupiah, kini harga jualnya mencapai 35 ribu rupiah perkilonya.

Ikan dencis dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram, ikan merah dari dijual seharga Rp 32 ribu  dari harga semula Rp 27 ribu per kilogram. Ikan senangin dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram, ikan selar dari harga Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan komoditas laut lainnya, seperti udang yang naik menjadi Rp 65 ribu per kilogram dari harga semula Rp 55 ribu per kilogram, dan kepiting di jual Rp 40 ribu dari harga awal Rp 35 ribu per kilogram.

"Kenaikan harga ikan laut ini mungkin bakal terus terjadi sampai situasi di laut kembali normal dan nelayan bisa pergi melaut lagi," ujar Sofian.(BS08)

Tags
beritaTerkait
Curah Hujan Masih Tinggi, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Waspada
Pengendara Motor Tewas Tertimpa Tiang Listrik
 Puluhan Rumah Warga Diterjang Angin Kencang, Atap Copot Hingga Pohon Timpa Rumah
Sebanyak 57 Rumah Warga Musi Rawas Utara Rusak Akibat Cuaca Ekstem
Curah Hujan Sangat Tinggi Akibatkan Banjir dan Longsor Kota Padang
Banjir Merendam 1.501 Rumah di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker