Senin, 12 Oktober 2026

Sinabung Erupsi, Sayur Mayur Produksi Petani Kotor Terpapar Abu Vulkanik Sinabung

Minggu, 04 September 2016 09:18 WIB
Sinabung Erupsi, Sayur Mayur Produksi Petani Kotor Terpapar Abu Vulkanik Sinabung
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, membuat sayur mayur ptoduksi petani Kabupaten Karo kotor terpapar abu vulkanik Gunung Sinabung. Selain kotor, abu vulkanik juga menyebabkan sayuran cepat layu dan busuk.

Seperti halnya di pasar tradisional Pasar Tavip Kota Binjai. Hampir seluruh  sayuran di pasar ini berasal dari Kabupaten Karo. Sejak erupsi Gunung Sinabung kemarin, kondisi sayur mayur khas Kabupaten Karo menjadi kotor dan berdebu abu vulkanik Sinabung.

Sejumlah sayuran khas produksi petani Kabupaten Karo seperti tomat, cabai, brokoli, kol, buncis, selada dan sayuran lainnya, tampak dilapisi abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung.

Menurut Reihan, salah seorang pedagang di Pasar Tavip Binjai harus bekerja ekstra untuk membersihkan sayuran dari lapisan abu vulkanik. "Kami ya harus bersihkan saturan ini dulu dari abu vulkanik, supaya tampilan sayur lebih segar dan diminati pembeli," ujarnya, Minggu (04/09/2016).

Selain tampak kotor, lapisan abu vulkanik yang menempel di permukaan sayur juga membuat sayuran cepat layu dan busuk. "Jika sayuran biasa tahan sampai seminggu, sayuran yang kena abu ini cuma sanggup tahannya paling tiga hari saja," ujar Reihan kembali.

Erupsi Gunung Sinabung ini juga membuat harga komoditas sayuran khas Kabupaten Karo melonjak naik. Hampir seluruh jenis sayuran dan komoditas pertanian dari Karo naik hingga lima ribu Rupiah perkilonya.(BS08)

beritaTerkait
Andalkan Transisi Cepat, PSMS Incar Kemenangan di Markas PSPS
Gerebek Rumah Lapak Narkoba, Polresta dan BNNK Deli Serdang Amankan Seorang Pengedar
Juni-September 2026, BNNP Sumut Ungkap 10 Kasus
Belasan Siswa SDN 060870 Medan Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Dua Penumpang Pesawat Gagal Selundupkan Sabu dari Kualanamu ke Kendari
LPA Deli Serdang: Perdamaian Bukan Akhir Penanganan, Pemulihan Anak Harus Dipastikan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker