Selasa, 26 Mei 2026

Bobby Nasution Berharap Kegiatan Rembuk Stunting Tidak Sekadar Rutinitas yang Sepele

Jumat, 09 Juli 2021 20:00 WIB
Bobby Nasution Berharap Kegiatan Rembuk Stunting Tidak Sekadar Rutinitas yang Sepele
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengharapkan Rembuk Stunting tidak terjebak sekadar rutinitas yang sepele dengan hasil yang tidak terukur. Hal ini disampaikannya saat membuka Rembuk Stunting 2021, Jumat (09/07/2021) di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan. Hadir pada kegiatan ini antara lain Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Sekda Ir Wiriya Alrahman, serta segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Bobby Nasution mengharapkan, kegiatan ini dapat melahirkan kajian dan evaluasi untuk menentukan langkah-langkah menghilangkan kasus stunting di Medan. “Karena dilaksanakan setiap tahun, seharusnya bisa diketahui permasalahan yang menyebabkan kasus stunting di Medan. Apakah setiap tahun permasalahannya sama? Kalau sama, kenapa tak bisa diatasi? Atau ada pengembangan permasalahan setiap tahunnya? Kalau memang masalahnya berkembang, apakah tidak bisa kita lakukan pencegahan?” ungkap Bobby Nasution.

Kepada para pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution juga menekankan agar serius dan berkolaborasi menangani masalah stunting ini. “Tadi disampaikan, lingkungan dan keluarga, termasuk sanitasi rumah, berpengaruh menimbulkan kasus stunting. Nah, di sini Dinas Perumahan, Permukiman dan Penataan Ruang Kota bisa membantu untuk mengatasi faktor penyebab tadi,” ujar Bobby Nasution.

Baca Juga:

Baca Juga : Peringatan Harganas Ke-28, Wali Kota Medan Berharap Keluarga Berperan dalam Mencegah Stunting

Sebelumnya, Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar melaporkan kegiatan Rembuk Stunting ini merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:

[br] Disebutkannya juga Rembuk Stunting ini merupakan Aksi ke-3 dari 8 Aksi Konvergensi Stunting yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Sebelumnya telah dilakukan Aksi 1 dan 2, yakni analisis situasi dan penyusunan rencana aksi.

Dia menyampaikan, ada dua penyebab stunting. Pertama penyebab langsung, yakni rendahnya asupan gizi dan status kesehatan, akses terhadap pangan bergizi, praktik pemberian makanan pada bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan, akses terhadap kesehatan lingkungan seperti tersedianya air bersih dan sanitasi.

“Kedua, yaitu berupa pendapatan dan kesenjangan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, globalisasi, jaminan sosial, pembangunan pertanian, dan pemberdayaan perempuan,” ungkap Benny Iskandar.

Baca Juga : Peringatan Harganas 2021, Bobby dan Kahiyang Komitmen Turunkan Angka Stunting di Kota Medan

Dalam acara Rembuk Stunting ini juga dilakukan Penandatangan Komitmen Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Penanganan Stunting Terintegrasi di Kota Medan. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dari tenaga Ahli Pendamping LGCB-ASR Regional 1 Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Rizal Effendi, Kasubbid Pemerintahan Umum Bappeda Sumut, Siti Rahmah, serta Plt. Kadis Kesehatan Medan, Syamsul Arifin Nasution. (BS09)

Tags
beritaTerkait
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional
Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset
Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat
Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker