Senin, 27 April 2026

Dosen UMN Sosialisasikan Estafet Puzzle, Tingkatkan Kemampuan Mengenal dan Menghubungkan Pola Kata atau Cerita untuk Siswa TK

Selasa, 21 Desember 2021 18:00 WIB
Dosen UMN Sosialisasikan Estafet Puzzle, Tingkatkan Kemampuan Mengenal dan Menghubungkan Pola Kata atau Cerita untuk Siswa TK
BERITASUMUT.COM/BS02
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pengabdian yang diketuai oleh Tiflatul Husna, bersama anggotanya Putri Juwita dan Mari Muhamad ini telah melaksanakan PKM di TK Amanah Dusun V Marindal I, Kecamatan Patumbak, pada Jumat (12/11/2021) lalu.

"Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk memperkenalkan sebuah metode yang dapat dimanfaatkan guna meningkatkan kemampuan mengenal dan menghubungkan pola kata atau cerita dengan cara bermain di TK Amanah Desa Sigara Gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK), memang konsepnya masih sama-sama bermain bukan main bersama-sama jadi guru harus sabar, yang penting anak bahagia saja dulu," ujar Ketua Tim Dosen UMN AlWashliyah, Tiflatul Husna, kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

Penggunaan strategi estafet puzzle dirasa bisa diberikan untuk membangkitkan pengalaman emosional, motorik kasar dan halus, kognitif, mengatasi masalah sederhana, kerjasama, dan menciptakan suasana yang riang menyenangkan. Belajar pada anak masa kini tidak monoton karena generasi Z tidak memiliki karakteristik seperti anak-anak milenial dan zaman yang terdahulu. Untuk itu perlu dihadirkan strategi dan metode yang mampu membuat anak jatuh cinta dengan kata belajar.

Baca Juga:

Baca Juga : Generasi Muda Punya Peran Jadi Agen of Change di Era Society

Konsep belajar pada anak TK adalah bersama bermain bukan bermain bersama. Artinya, anak belum terlalu mengenal rambu-rambu dalam pertemanan. Dengan konsep bersama bermain ini, rentan sekali terjadi percekcokan dan keributan kecil. Sebenarnya, ini tidaklah terlalu masalah karena pada fase ini anak sedang belajar melakukan interaksi atau perkenalan dengan temannya. Namun, apabila sudah berada pada tahap serius, seperti mengejek, memukul hingga cidera maka orang dewasa wajib melerai dan memberikan nasihat dengan cara yang baik.

Baca Juga:

Sementara itu, Putri menyatakan melalui hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan ini, guru-guru tampak sangat antusias dan tertarik memanfaatkan metode estafet puzzle ini kepada peserta didik. “Harapannya semoga anak-anak menjadi riang dan gembira, mengemas pembelajaran sambil bermain, karena memang anak-anak TK ini kan tahap pusat perasaan, ya,” ucap salah satu peserta PKM.

Kepala TK Amanah yaitu Nurhayati, S.Pd., mengucapkan apresiasi kepada dosen-dosen yang telah melaksanakan kegiatan PKM di Sekolahnya. “Kegiatan ini bagus dan kami sebagai guru TK Amanah merasa bersyukur mendapatkan materi yang diberikan oleh ibu-ibu dosen. Ke depan, TK Amanah siap bekerjasama dan berpartisipasi dalam hal kegiatan seperti,” tutupnya. (BS02)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting
Pengabdian Masyarakat Akbar TBM FK USU Tingkatkan Akses Kesehatan Warga
Dosen UMN Al Washliyah Sosialisasi Menulis Cerita Anak dengan Aturan Tiga
Cegah Remaja Seks Bebas di Tanah Merah, Dosen bersama Mahasiswa UMN Al Washliyah Sosialisasi Kesehatan Reproduksi
Kelompok Usaha Ikan Sale Tradisional Akui Manfaat Inovasi Alat Smart Strongbox Smoked dan Pemasaran Digital di Desa Bintang Meriah
Manfaatkan Google Sebagai LMS Mandiri, Tim Dosen UMN Al Washliyah Gelar Workshop untuk Guru SD Tumpatan Nibung
komentar
beritaTerbaru
hit tracker