Kamis, 04 Juni 2026

GPEI: Sekolah Ekspor Penting Bagi Generasi Muda yang Berminat Garap Potensi Pasar Global

Rabu, 17 Februari 2021 22:45 WIB
GPEI: Sekolah Ekspor Penting Bagi Generasi Muda yang Berminat Garap Potensi Pasar Global
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Demi mewujudkan dua kepentingan nasional, yakni pembukaan lapangan kerja dan perolehan devisa, para calon pengekspor dinilai perlu memahami seluk-beluk perdagangan di pasar internasional. Pemangku mesti berkolaborasi guna meningkatkan literasi ekspor bagi generasi muda yang berminat menggarap potensi pasar global.

"Semangat untuk mendorong ekspor ini sudah ada di mana-mana, tinggal dikolaborasikan dan disatukan," ujar Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno dalam acara kolaborasi akselerasi mencetak 500.000 eksportir baru tahun 2030 di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Acara yang dilakukan melalui link zoom ini diikuti Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM, Ketua Kadin Medan Arman Chandra, Wakil Ketua GPEI Sumut, Paskalis Sitompul, Delpius Ginting, Job Purba dan Badan Hukum Donsisko Peranginangin SH.

Dalam kesempatan itu, Benny menuturkan pengalamannya selama eksportir.”Saat saya memulai ekspor dulu tidak ada sekolahnya. Saya belajar di lapangan. Selain membutuhkan waktu, ongkosnya juga mahal karena sering diklaim dan bahkan hampir bangkrut,” terang Benny seraya mengungkapkan jika dari pengalaman inilah kemudian dirinya berdiskusi dengan Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono mengenai arti penting literasi ekspor bagi generasi muda.

Kepala Sekolah Ekspor Handito Joewono mengatakan, serangkaian kegiatan bersama telah dilakukan untuk mendorong ekspor. Pada 19 Desember 2019 dilepas ekspor perdana satu kontainer produk usaha kecil menengah (UKM) melalui Pusat Logistik Berikat E-Commerce di Marunda, Jakarta.Keinginan mengekspor produk UKM pun meningkat. Pada 19 Agustus 2020 Sekolah Ekspor diresmikan untuk mengakomodasi animo mempelajari ekspor yang juga meningkat pesat. ”Sampai hari ini, 2.700 lebih peserta terdaftar di Sekolah Ekspor daring,” sebutnya.

Di tahun ini, kolaborasi dilakukan lebih intensif bersama GPEI dengan mendirikan Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif. Kolaborasi untuk mencetak eksportir baru juga dilakukan bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Indonesia E-Commerce Association, dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, agenda menambah 500.000 eksportir baru akan ikut meningkatkan kontribusi ekspor pelaku UMKM. Hal ini penting mengingat kontribusi ekspor UMKM di Indonesia yang terbilang rendah."Dari data, kontribusi UMKM di Indonesia terhadap ekspor nasional sekitar 14,3 persen. Kontribusi ini relatif rendah dibandingkan dengan sumbangan ekspor di negara-negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang mencapai 35 persen," jelasnya.

"Kementerian Koperasi dan UKM tengah menginventarisasi pelaku UKM yang menghasilkan produk potensial ekspor. ”Fokus kegiatan kami berupa pendampingan berkelanjutan untuk menyiapkan kapasitas dan daya saing produk UMKM,” sambungnya.

"Salah satu tugas yang diamanatkan Presiden Joko Widodo adalah membina UMKM agar dapat melakukan penetrasi ke pasar ekspor," pungkas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menambahkan.(BS09)


Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dibekali Pelatihan Fotografi Produk
Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses
Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4
Pertamina UMK Academy 2025 Dukung Pelaku Usaha Semakin Maju dan Naik Kelas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker