Selasa, 15 September 2026

Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata Digelar di Medan

Minggu, 01 November 2015 23:13 WIB
Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata Digelar di Medan
Istimewa
Menteri Pariwisata Arief Yahya, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Anggota DPR RI Sofyan Tan dan panitia KIMT berfoto bersama dalam acara Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata yang merupakan rangkaian KIMT Sedunia ke 23, di Wisma Benteng, Jal
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis buah lokal menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Sumatera Utara (Sumut). Bisnis makanan berkontribusi mencapai 19,33 persen dari total penghasilan industri pariwisata.
 
Optimisme tersebut disampaikan Menteri Arief dalam acara Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata yang merupakan rangkaian Konferensi Internasional Marga Tionghoa (KIMT) Sedunia ke 23, di Wisma Benteng, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sabtu (31/10/2015).
 
Hadir dalam acara pembukaan Anggota DPR RI Sofyan Tan, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, pengurus asosiasi wisata, pengelola perhotelan dan undangan lainnya.
 
Dalam kesempatan itu, Menteri Arief menyatakan, pemilihan Medan sebagai tempat pelaksanaan KIMT bermanfaat ganda, selain mengeratkan silaturahmi, sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata Sumut, terutama hasil pertanian berupa buah-buahan.

"Festival Buah dan Pameran Pariwisata yang menjadi bagian dari Konferensi Internasional Marga Tionghoa ke 23 di Medan, diharapkan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan dalam negeri dan luar negeri datang ke Sumut," ujar Menteri Arief.
 
Menteri Arief mengatakan, Sumut memiliki peluang menjadi pasar buah dan sentra kuliner di Indonesia. Potensi tersebut harus mendapat respon dari seluruh pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tetapi juga pelaku bisnis pariwisata, biro perjalanan dan pihak perhotelan.
 
Buah-buahan yang dikemas menjadi produk kuliner memiliki peran sangat penting dalam industri pariwisata. Bisnis makanan memberi kontribusi 19,33 persen dari total penghasilan industri pariwisata, khususnya konsumen dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Makan dan minum merupakan pengeluaran terbesar kedua setalah akomodasi yang kontribusinya mencapai 38,48 dari total pengeluaran wisatawan mancanegara.
 
"Mari kita promosikan buah lokal untuk mendorong tingkat kunjungan wisata agar petani buah di seluruh Indonesia semakin sejahtera," ajak Menteri Arief.
 
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumut sebagai tuan rumah KIMT Sedunia ke 23. Kegiatan tersebut menjadi promosi efektif dalam mendorong Sumut sebagai tujuan wisata kelas dunia.
 
"Pemerintah Provinsi terus berpacu dalam mendorong tumbuhnya industri pariwisata dan bisnis makanan di Sumut. Untuk itu, pelaku dunia pariwisata harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin," ujar Tengku Erry.
 
Tengku Erry juga mengatakan, dalam upaya mengembangkan bisnis pariwisata, Pemprov Sumut juga mengedepankan perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk mempermudah wisatawan menuju lokasi wisata di Sumut.
 
"Pemerintah Provinsi akan berusaha menyiapkan sarana jalan, perizinan dan lain sebagainya untuk mengembangkan bisnis pariwisata di Sumut," sebut Tengku Erry.
 
KIMT berlangsung di dua tempat. Selain di Wisma Benteng, juga berlangsung di Medan International Convention Centre (MICC), Jalan Gagak Hitam, Medan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker