Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Jumlah pedagang sayur dan buah yang berjualan di sekitar Pusat Pasar, Medan, semakin bertambah. Kehadiran mereka mulai tengah malam sampai pagi hari dengan menggelar lapak di badan jalan menyebabkan terjadinya kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang cukup parah, terutama seputaran Jalan Sutomo, Medan, Sumatera Utara.
Kondisi ini jelas sangat mengganggu aktifitas para warga ketikam melintasi kawasan tersebut. Sebagai solusinya seluruh pedagang akan direlokasi. Rencananya mereka akan ditempatkan di Pasar Induk Tuntungan yang rencananya akan diooperasikan tahun ini.
Rencana merelokasi seluruh pedagang ini disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap ketika meninjau langsung kawasan Pusat Pasar, Kamis (10/01/2013) subuh. Didamping Sekda Ir Syaiful Bahri Lubis serta sejumlah pimpinan SKPD Pemko Medan, Walikota sudah berada di lokasi sekira pukul 04.50 WIB. Orang nomor satu di Pemko Medan itu menyaksikan langsung hampir seribuan pedagang tumpah di badan jalan bertransaksi dengan para pembeli sehingga memacetkan jalan.
Kemacetan itu menyebabkan Walikota sempat kesulitan ketika melakukan penelusuran di Jalan Sutomo dan Jalan Veteran. Selain disesaki pedagang, badan jalan juga dipenuhi becak barang, sepeda motor, truk pengangkut sayur maupun angkutan umum yang akan membawa pembeli usai membeli sayur dan buah. Dibantu puluhan Petugas Satpol PP dan Dishub Medan, kemacetan sedikit demi sedikit dapat diurai walaupun akhirnya macet kembali.
Informasi yang diperoleh Walikota dari pihak Perusahaan Daerah Pasar Medan, setiap malamnya mulai pukul 01.00 sampai 04.00 WIB ada sekitar 200 truk berisi sayur dan buah yang membongkar muatannya di kawasan tersebut. Kehadiran truk itu untuk memenuhi permintaan para grosir sayur dan buah untuk selanjutnya dijual kepada para pedagang.
Aktifitas ini berlangsung sampai pagi hari. Selain menyebabkan kesemrawutan lalu lintas, para grosir dan pedagang meninggalkan tumpukan sampah yang menyebabkan seputaran Pusat Pasar sangat jorok dan kumuh.
Meski demikian Rahudman tidak mau menyalahkan para grosir maupun pedagang sayur dan buah tersebut. Kondisi ini terjadi akibat sejak dari awal pemerintah tidak mempersiapkan infrastruktur bagi para grosir maupun pedagang untuk membongkar maupun membagi sayur dan buah.
“Jadi jangan pernah menyalahkan mereka. Saya yakin jika disediakan infrastrukturnya, mereka pasti tidak akan berjualan di tempat ini,” katanya.
Begitu pun, lanjutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Apalagi jumlah para pedagang setiap harinya bertambah. Jika dibandingkan ketika melakukan penataan beberapa waktu lalu, pertambahan pedagang sampai saat ini sangat luar biasa.
“Kita tidak mengenal kata penggusuran tetapi jangan sampai kepentingan masyarakat banyak sebagai pengguna jalan terganggu akibat aktifitas jual beli ini. Artinya, Jalan Sutomo ini sebagai jalan protokol harus bebas dari pedagang sehingga tak mengganggu aktifitas warga,” ungkapnya.
Sebagai solusinya, Rahudman akan merelokasinya. Sebab, dia menilai sudah tidak pantas lagi di tengah inti kota ada pasar induk yang aktifitasnya dilakukan di badan jalan. Untuk itulah Pasar Induk Tuntungan di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan yang sebentar lagi rampung akan dioperasikan untuk menampung para pedagang grosir, sub grosir maupun pedagang sayur dan buah.
“Saya yakin para pedagang grosir, sub grosir maupun pedagang bisa memahami ini. Yang terpenting bagaimana pemerintah bisa menyediakan infrastruktur yang baik bagi mereka untuk melakukan aktifitas jual beli. Kita harus dukung dan bina mereka sehingga usaha kecil ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.
Ketika disinggung kapan relokasi dilakukan, Walikota mengaku akan melakukan secepatnya. Hanya saja ketika melakukan peninjauan Pasar Induk Tuntungan, Rabu (09/01/2013), masih ada yang harus dibenahi terutama utilitas jalan. Begitu pasar induk rampung, maka seluruh pedagang grosir, sub grosir maupun pedagang akan direlokasi ke sana. Untuk itu Walikota akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sehingga para grosir maupun pedagang bisa menerimanya.
“Selain melakukan sosialisasi, kita berencana akan membawa para grosir maupun para pedagang untuk melihat Pasar Induk Tuntungan. Saya yakin setelah melihat pasar induk, mereka akan tahu prospek mereka ke depan akan lebih baik lagi karena tempat tersebut sangat representatif untuk tempat transaksi jual beli,” ujarnya optimis.
Sementara itu Arjusen, salah seorang pedagang mewakili pedagang sayur dan buah lainnya mengakui kehadiran mereka berjualan di kawasan itu menyebabkan terjadinya kesemrawutan lalu lintas. Karenanya, wanita paroh baya berdarah Karo tersebut tidak menolak untuk direlokasi. Hanya saja dia mengkhawatirkan, relokasi yang dilakukan akan menyebabkan pelanggannya berkurang karena lokasi Pasar Induk Tuntungan jauh dari inti kota.
“Kalau kami direlokasi, saya takut pelanggan jauh berkurang. Sebab, para pelanggan langsung naik ke Brastagi untuk membeli sayur dan buah langsung dari petani,” ujar Arjusen khawatir.
(BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar