KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dengan tegas menolak tambahan alokasi anggaran untuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) sebesar Rp 500 miliar dalam RAPBN-P 2016, sebagaimana disampaikan Banggar dalam suratnya kepada Komisi V. Pasalnya, sesuai dengan hasil Rapat Kerja antara Komisi V DPR RI dengan Kementerian Desa-PDTT, tidak pernah diusulkan penambahan anggaran untuk kementerian tersebut.
“Sesuai dengan hasil raker Komisi V tanggal 13 Juni lalu, Komisi V tidak pernah mengusulkan penambahan untuk Kemendes. Tapi mengapa Banggar mengusulkan penambahan untuk Kementerian ini,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Yudi Widiana dalam Raker dengan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Desa-PDTT, serta para kepala badan dari masing-masing dari kementerian tersebut.
Seperti diketahui, dalam surat No. AG/10854/DPR RI/VI/2016 tertanggal 23 Juni 2016, Banggar menyampaikan tambahan belanja untuk Kemendes-PDTT sebesar Rp 500 miliar. Keputusan Banggar menambah anggaran belanja kementerian sebesar Rp 500 miliar itu tak hanya mendapat kritikan dari Fraksi PKS, tapi juga dari fraksi lain, seperti Gerindra dan Golkar.
Misalnya, Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra Fary Djami Francis turut mengkritik tambahan belanja Kemendes-PDTT yang diajukan melalui Banggar tersebut.
Menurut Fary, seharusnya Menteri Desa-PDTT menolak tambahan tersebut saat pembahasan RAPBNP di Banggar. “Kami tidak ingin ada mekanisme lain dalam penetapan anggaran. Dalam raker sebelumnya, sudah disepakati bahwa tidak ada penambahan anggaran untuk kementerian. Tapi, mengapa tiba-tiba muncul di Banggar. Pak Menteri tidak bisa bilang tidak tahu karena itu sudah dibahas bersama wakil Kemendes. Dan seharusnya usul penambahan ini langsung ditolak saat rapat dengan Banggar,” kata Fary, Selasa (28/06/2016).
Oleh karena tajamnya kritikan dari banyak fraksi terhadap mekanisme penambahan anggaran yang tidak melalui prosedur pembahasan di Komisi V tersebut, maka akhirnya Komisi V DPR RI dan Kemendes PDTT setuju untuk menolan usulan banggar untuk menambah belanja sebesar RP 500 miliar.
“Selain menolak penambahan belanja Kemendes, Komisi V dan pemerintah juga mengembalikan pemanfaatan dana optimalisasi tersebut ke Banggar. Serta, merekomendasikan agar dana optimalisasi tersebut digunakan untuk menutupi biaya operasional Basarnas dan BMKG untuk kepentingan pelayanan publik,” jelas Yudi.(BS07)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi