Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuradi mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Sumut tahun 2016 senilai Rp 9,9 triliun sebenarnya sangat terbatas untuk program-program pembangunan. Dari Rp 9,9 triliyun APBD, hanya Rp 3 triliyun saja yang dialokasikan untuk belanja program pembangunan.
"Sebagian besar hanya numpang lewat,"ujar Erry Nuradi kepada wartawan Selasa (10/05/2016). Dirincikan Erry, sekitar 70 persen dari total APBD tahun 2016 atau Rp 7 triliyun. Diantaranya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai Rp 3 triliyun, yang langsung masuk ke rekening sekolah. Selanjutnya dana bagi hasil pajak yang harus dibagikan ke kabupaten/kota se-Sumut yang tahun 2016 mencapai Rp 1,5 triliyun. Jumlah tersebut harus ditambah cicilan kurang bayar DBH tahun-tahun sebelumnya sebesar Rp 800 milyar sehingga menjadi total Rp 2,3 triliyun.
"Selain itu, ada alokasi gaji pegawai Rp 1,5 triliyun sehingga total hampir sekitar Rp 7 triliyun adalah anggaran yang hanya numpang lewat. Sisanya sekira Rp 3,1 triliyun untuk belanja program pembangunan," ujar Erry. Dari sejumlah Rp3,1 triliyun tersebut, Pemprovsu mengalokasikan belanja modal atau belanja pembangunan hanya Rp 1,7 triliyun.
"Jadi sebenarnya APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu sangat terbatas. Kita masih punya beban melunasi hutang-hutang masa lalu," ujar Erry lagi. Dia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sehingga ke depannya pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi dapat lebih baik lagi.
Secara bertahap, akan dilakukan perubahan pada struktur belanja APBD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar kualitas belanjanya semakin membaik. "Idealnya pertumbuhan belanja modal atau belanja pembangunan untuk pembiayaan pembanggunan infrastruktur dan pelayanan publik lebih ditingkatkan pada masa mendatang," kata Erry. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar