Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membutuhkan anggaran Rp1,4 triliun per tahun agar kondisi jalan di Sumut mantap 95 persen dalam dua tahun sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013-2018. Dana itu selain untuk peningkatan kualitas jalan juga untuk pemeliharaan jalan.
Kadis Bina Marga Provsu Effendi Pohan mengatakan saat ini kondisi jalan provinsi kondisi mantap di Sumut baru mencapai 76,11 persen. Sedangkan, target RPJMD Sumut hingga 2018, kondisi jalan mantap 95 persen. Jadi ada selisih 18,89 persen lagi atau 540 kilometer dari 3.049 kilometer jalan provinsi yang dimiliki. Kalau satu kilometer membutuhkan Rp3,5 miliar, paling tidak keseluruhan membutuhkan Rp1,89 triliun.
"Ini baru untuk peningkatan kualitas jalan yang ada. Belum lagi pemeliharaan. Kita perkirakan seluruhnya per tahun membutuhkan dana Rp1,4 triliun," jelas Effendi di ruang kerjanya, Kamis (21/04/2016). Sementara, lanjutnya, mengingat kondisi alokasi dana yang tidak seimbang dengan kebutuhan atau tidak sesuai dengan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD), Bina Marga Sumut terpaksa menurunkan target RPJMD Sumut. Awalnya, RPJMD ditetapkan 95 persen jalan mantap, akan diubah menjadi 87 persen pada 2018.
Di lain pihak, katanya, dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk kebutuhan program Bina Marga secara nasional juga sedang turun. Tahun 2015 alokasi DAK diperoleh Rp51 miliar. Sedangkan di 2016, turun drastis menjadi Rp16 miliar dari yang diusulkan Rp50 miliar. Untuk tahun 2017, mereka sudah mengusulkan Rp300 miliar.
"Sekarang ada trend, DAK itu lebih diprioritaskan ke kabupaten/kota. Jadi berapa persisnya yang kita peroleh tahun depan, belum tahu. Dapat saja, Rp50 miliar DAK tahun depan, itu sudah paten," ucap Effendi seraya berharap perjuangan anggaran ke pemerintah pusat tidak saja dilakukan eksekutif tapi juga harus dibantu legislatif.
Untuk tahun anggaran ini, jelasnya, Bina Marga mendapat alokasi anggaran Rp600 miliar. Itu pun tidak seluruhnya untuk peningkatan kualitas jalan, karena juga termasuk pemeliharaan hingga gaji pegawai. "Untuk peningkatan jalan hingga akhir 2016 ini dikerjakan 149 kilometer atau satu paket jalan di Tapanuli Selatan," jelasnya. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar