Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Memasuki hari kedelapan, tim gabungan masih melakukan penertiban dan pemblokiran secara ketat di Jalan Sutomo, Medan sekitarnya. Mereka tidak membiarkan truk maupun pikap pengangkut sayuran dan buah masuk. Untuk bisa berjualan, para pedagang pun harus kucing-kucingan dengan tim gabungan. Begitu tim gabungan tahu, para pedagang pun langsung kocar-kacir untuk menyelamatkan barang dagangannya agar tidak diangkut.
Apalagi durasi penertiban diperpanjang sampai pukul 09:00 WIB, peluang para pedagang berjualan semakin tipis. Itu sebabnya, Rabu (23/3/2016) pagi, para pedagang yang emosi sempat menerobos memasuki kawasan Jalan Sutomo sekitarnya melakukan perlawanan dengan melempari tim gabungan. Namun aksi mereka berhasil diredam tim gabungan meski belu memicingkan mata sedetik pun mulai tengah malam sampai pagi.
Itu sebabnya ketika memimpin apel gabungan, Rabu malam, Kasatpol PP Pemko Medan M Sofyan didampingi Kadis Perhubungan Renward Parapat kembali mengingatkan tim gabungan untuk tetap kuat dan bertanggung jawab penuh menjalankan tugas dalam rangka mensterilkan kawasan Jalan Sutomo sekitarnya dari para pedagang.
"Jaga terus kebugaran karena tugas kita ini cukup berat. Yang penting lagi, bina terus kekompakan dan jalankan tugas sesuai dengan instruksi yang diberikan. Jangan gegabah, selalu waspada serta berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi pada saat melakukan penertiban," kata Sofyan dalam arahan singkatnya.
Usai memimpin apel, seperti biasa tim gabungan dibagi dua. Sebagian langsung bergerak memblokir 17 titik akses masuk Jalan Sutomo sekitarnya, sedangkan sebagian lagi berjaga-jaga di sekitar Kantor PD Pasar dan Tugu Apollo. Apabila menerima informasi ada pedagang yang masuk dan berjualan, mereka langsung bergerak untuk menertibkannya.
Terbukti selang setengah jam usai apel gabungan, Kasatpol PP M Sofyan selaku pimpinan tim gabungan mendapat informasi seratusan pedagangan sudah berkumpul di Jalan Perjuangan dan siap-siap menggelar lapak untuk menjual sayuran dan buah-buahan. Sofyan langsung menindaklanjutinya dengan membawa tim yang siaga tadi ke lokasi.
Ternyata infomasi tersebut benar, tim gabungan mendapati para pedagang baru selesai bongkar muat dan siap-siap menjajakan dagangan mereka. Namun kehadiran tim gabungan ini sontak menciutkan nyali para pedagang sehinggga mereka mengurungkan niat berjualan. Dengan cepat mereka pun mengemasi sayuran dan buah-buahannya serta langsung menyembunyikannya di rumah-rumah penduduk. Sedangkan tim gabungan langsung berhenti dan siaga penuh di depan Kantor Lurah Sidorame Timur.
Kehadiran tim gabungan membuat para pedagang tidak berkutik. Apalagi Sofyan memerintahkan seluruh tim gabungan bertahan di tempat tersebut.
"Kita semua di sini. Silahkan siapa yang mau beristirahat, tapi tetap siaga dan waspada. Apabila melihat ada pedagang yang berjualan, langsung ditertibkan," tegas Sofyan.
Selanjutnya, Sofyan bergabung dengan Camat Medan Perjaungan Dedi Jaminsyah Harahap beserta beberapa aparat kepolisian di teras Kantor Lurah Sidorame Timur. Sementara itu puluhan pedagang yang tak dapat berjualan ikut berkumpul di sekitar kantor kelurahan bergabung dengan pemuda setempat.
Mereka berharap tim gabungan pergi meninggalkan lokasi. Dengan demikian mereka dapat berjualan kembali. Namun keinginan tersebutr tak terealisasi, Sofyan memilih bertahan sampai pagi. Akibatnya, para pedagang pun dengan berat hati harus mengurungkan niat untuk menjual sayuran dan buah milik mereka.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar