Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi berharap kerja sama Pemerintah RI dengan Jepang dapat terus ditingkatkan.
Hal itu dikatakan Tengku Erry pada resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke 82 Kaisar Jepang Akihito, di Hotel Grand Aston, Medan, Rabu (16/12/2015) malam.
Acara itu dihadiri oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa, istri Plt Gubernur Evi Diana, dan sejumlah pejabat serta tokoh di daerah ini.
Dalam kesempatan itu Plt Gubernur mengucapkan selamat kepada kaisar, pemerintah dan seluruh rakyat Jepang.
"Mudah-mudahan hubungan kedua negara khususnya Sumut dan Jepang semakin baik ke depannya," ujar Tengku Erry.
Secara khusus Plt Gubernur berharap pertukaran budaya dua negara dapat semakin meningkat melalui pertukaran pelajar maupun kerja sama sister city dan sister province.
Sejauh ini menurut Plt Gubernur sudah ada kerja sama kota-kota di Jepang dengan kabupaten/kota di SUmut diantaranya Kota Medan, Binjai dan Tapanuli Utara. Namun untuk kerja sama Sister Province dengan Sumut hingga kini belum terwujud.
Karenanya Tengku Erry yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang ini menyimpan harapan Sumut memiliki kerja sama sister province dengan salah satu provinsi di Jepang dapat terwujud.
Menanggapi pameran berbagai kesenian dan kebudayaan Jepang dalam perayaan malam itu, Tengku Erry mengungkapkan kekagumannya.
"Hari ini kita menyaksikan berbagai bentuk kesenian dan budaya yang dipamerkan diantaranya ikebana, patung, dan makanan khas seperti sashimi dan sushi yang sudah begitu dikenal masyarakat," ujarnya.
Dia berharap ke depannya kerja sama antara dua negara dapat lebih membawa manfaat diantaranya di bidang teknologi maupun pariwisata.
"Ternyata banyak teknologi Jepang yang belum dikeluarkan oleh Jepang ke negara lain misalnya mobil mengeluarkan asap air. Juga di bidang teknologi, banyak yang belum terserap. Kita ketahui bersama banyak produksi Jepang yang dipakai di Sumut. Selama ini untuk mempelajari air minum, kita kerja sama dengan Jepang," katanya.
Menurut Tengku Erry, untuk meningkatakan jumlah wisawatan mancanegara (wisman) ke Indonesia, pemerintah sudah memberikan bebas visa dari 50 negara menjadi 90 negara. Banyak potensi wisata Sumut yang patut dijual, infrastruktur sudah mulai baik, hotel-hotel bagus. Di sekitar Danau Toba banyak peninggalan kebudayaan, di Medan ada Istana Maimun.
"Yang penting promosi dan buat infrastruktur baik, rel kereta api sampai perbatasan Aceh yang akan nyambung sehingga makin menarik wisatawan," kata Tengku Erry.
Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa mengatakan sejumlah perusahaan Jepang banyak terlibat dalam pembangunan infrastruktur dan hubungan kerja sama lingkungan hidup di Sumatera Utara.
Jika kita membicarakan hubungan kerja sama, katanya, perlu disampaikan bahwa di Provinsi Sumatera Utara telah berkembang berbagai hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia. Seperti kita rasakan bahwa di wilayah ini ada sedikit kendala pada pembangunan infrastruktur, khususnya dalam hal kurangnya pasokan energi listrik, ini merupakan hal yang cukup mendesak dan untuk mengatasi permasalahan tersebut, saat ini di Kabupaten Tapanuli Utara sedang dibangun pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla di mana salah satu perusahaan Jepang ikut berinvestasi.
Selain itu, Jepang juga ikut membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III dan ikut dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Belawan.
"Bila pembangunan ini selesai terealisasi, saya pikir program ini akan memberikan kontribusi yang sangat besar di dalam memenuhi kekurangan pasokan energi listrik di provinsi ini," katanya.
Hubungan lainnya, jelas Konjen Morikawa, kerja sama antara Pemerintah Kota Medan dan kabupaten di Sumut dengan Jepang juga menampakkan kemajuannya. Sebagai contoh, saat ini sedang berjalan hubungan kerja sama di bidang lingkungan hidup antara Kota Medan dengan Kota Kitakyusuhu, kerja sama bidang air bersih antara Kota Medan dengan Kota Yokohama serta Kota Toyohashi. Kerja sama sektor pertanian antara Kabupaten Tapanuli Uyara dengan Prefektur Ibaraki dan Kota Hokota.
"Bahkan program pertukaran pemuda antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Prefektur Chuba sebagai sister city telah berlangsung 25 tahun tetap terus berlanjut," ungkap Konjen.
Menurutnya, Pemerintah Jepang tahun lalu memberikan kemudahan persyaratan visa kepada warga negara Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke Jepang yaitu diprakarsainya kebijakan sistem pembebasan visa bagi pengguna IC passport. Pada Juni tahun ini, pemerintah Indonesia juga menetapkan pembebasan visa dengan tujuan wisata bagi pengunjung dari Jepang.
Jadi hubungan pertukaran people to people antara Jepang dengan Indonesia semakin berlanjut ke tahap yang lebih baik. Sebagai contoh, bila dibandingkan dengan jumlah orang Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada Januari hingga Oktober 2014 dengan periode Januari hingga Oktober 2015, mengalami peningkatan hingga 160 ribu orang atau meningkat hingga 30 persen.
"Kami ingin agar masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Jepang semakin banyak. Sebaliknya, kami juga berharap semakin banyak orang Jepang ke Indonesia, khususnya ke Sumut yang indah ini," katanya. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar