Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Puluhan tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat di daerah Medan Utara berkumpul untuk mendengar program kerja Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2 Ramadhan Pohan, Sabtu (29/11/2015).
Usai mendengar paparan program kerja Ramadhan, puluhan tokoh masyarakat itu kemudian mengajak Ramadhan berdialog.
Saat berdialog, sebagian tokoh masyarakat mengatakan awalnya tidak akan menggunakan hak pilih atau golput (golongan putih) pada Pilkada Medan, 9 Desember mendatang.
Namun setelah mendengar paparan dan komitmen Ramadhan, para tokoh masyarakat tersebut memantapkan dukungan mereka untuk Ramadhan.
Seorang tokoh yang mewakili warga Kelurahan Martubung, Liston Marpaung mengatakan awalnya dia dan keluarganya komitmen akan golput pada 9 Desember mendatang.
"Pejabat di Medan banyak yang tersangkut korupsi. Karena rakus makanya masuk jeruji besi. Harapan kami jangan lagi ada wali Kota yang korupsi," kata Liston saat berdialog dengan Ramadhan di salah satu rumah warga di Kecamatan Medan Marelan.
Dia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa bertemu Ramadhan pada malam itu. Menurutnya, dengan rekam jejak Ramadhan yang tidak pernah tersangkut kasus hukum, dia yakin Ramadhan bisa memegang amanah.
"Saya bersyukur bisa bertemu dan mengenal sosok Pak Ramadhan. Saya akan ajak sekeluarga dan teman-teman saya untuk pilih Ramadhan. Tapi Saya juga ingin tahu bagaimana cara Pak Ramadhan menghindari godaan agar tidak korupsi," tanya Liston.
Haposan Parulian Sinaga mengungkapkan hal serupa. Awalnya dia bersama keluarga akan golput karena trauma dengan pemimpin kepala daerah yang korupsi.
"Setelah kami mendengar dan mencermati program kerja serta visi dan misi Pak Ramadhan, kami tidak akan golput. Kami akan berjuang juga untuk memenangkan Pak Ramadhan," ungkapnya.
Haposan juga berharap agar Ramadhan bisa menyelesaikan masalah keamanan di Medan. Menurutnya, warga Medan saat ini kerap dihantui aksi perampokan dan tindak kriminal lainnya.
"Kami berharap ada solusi dari Pak Ramadhan agar tingkat kriminalitas bisa menurun. Kalau kami pulang malam, selalu dihantui begal yang sering beraksi di jalan raya," ungkap Haposan.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Ramadhan mengatakan sebelum mencalonkan jadi Wali Kota Medan, Ramadhan sering mendapat godaan untuk korupsi saat menjabat sebagai Anggota DPR RI Periode 2009-2014.
"Untuk menghindari korupsi yang penting jangan mengubah karakter asli anda dan pergaulan dengan orang yang baik," ungkap Ramadhan.
Ramadhan juga mengatakan tidak membayar satu rupiah pun untuk maju dari tiga partai yakni Demokrat, Gerindra dan Hanura.
"Saya tidak bayar satu rupiah pun untuk maju dari partai pengusung dan saya tidak punya tanggung jawab untuk membayar. Utang saya ke Pak SBY, Pak Prabowo dan Pak Wiranto hanya untuk membuat Medan lebih baik," jelas Ramadhan.
Slanjutnya Ramadhan akan mencipatakan keamanan di Medan. Ramadhan berencana mengaktifkan kembali siskamling untuk mengurangi tingkat krimanalitas.
"Cara tidak langsung untuk mengurangi kriminal dengan cara membuat kegiatan seni budaya dan keagamaan. Cara langsungnya dengan bekerja sama dengan pihak penegak hukum dan juga mengaktifkan siskamling," pungkas Ramadhan.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar