Kamis, 30 April 2026

Jokowi Ingin Hubungan Indonesia-India Diperkuat dan Diperluas

Senin, 02 November 2015 22:22 WIB
Jokowi Ingin Hubungan Indonesia-India Diperkuat dan Diperluas
Setkab RI
Presiden Jokowi menerima kunjungan Wapres India Hamid Ansari, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2015) siang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pemerintah India memandang Indonesia sebagai negara besar, sementara Indonesia memandang India adalah sebuah pasar yang besar. Karena itu, jika hubungan ini bisa diperkuat dan diperluas akan memberikan manfaat bagi kedua negara. 

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada wartawan seusai menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden (Wapres) India Mohammad Hamid Ansari, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11/2015) siang.

Dilansir situs resmi Setkab RI, menurut Jokowi, pertemuannya dengan Wapres India lebih banyak membicara masalah ekonomi, terutama di bidang yang berkaitan dengan keamanan maritim, pendidikan, batubara. Selain itu, Jokowi juga menawarkan kerja sama mengenai obat-obatan.

"Tadi juga Wapres India menyampaikan agar secepatnya ada tindaklanjut dan implementasi mengenai apa yang tadi dibicarakan," beber Jokowi kepada wartawan.

Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, fokus pertemuan ke renewable energy atau energi terbarukan, pendidikan, maritime security, dan kerja sama dalam bidang coast guard, misalnya.

Selain itu, lanjut Menlu, Jokowi juga mengusulkan kerja sama dalam bidan industri obat-obatan, karena obat-obatan di India harganya jauh lebih murah daripada di Indonesia. 

"Nanti akan kita sampaikan kepada Menkes, perusahaan-perusahaan farmasi, bentuk kerja samanya akan seperti apa," katanya.

Menlu juga menyampaikan, dalam pertemuan itu, Wapres India Hamid Ansari juga menyampaikan undangan dari Pemerintah India kepada Presiden Jokowi untuk berkunjung ke India. 

"Presiden menyampaikan akan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, jadi mungkin awal tahun depan," kata Retno.

Bentuk kerja sama di bidang renewable energy seperti apa? Menurut Menlu, kalau dilihat dari perdagangan Indonesia-India, angkanya cukup tinggi 16,7 miliar dollar AS. Dari angka tersebut Indonesia surplus.

"Sebagian besar ekspor kita ke India berupa palm oil dan batubara. Menteri ESDM akan mengkaji lebih dalam mengenai masalah kerjasama renewable energy ini," ujar Retno.

Menlu juga menyampaikan, keuntungan yang didapat dari kerja sama Indonesia-India adalah business to business. Tetapi, yang perlu didekatkan kembali adalah business to business contact.

Dari pembicaraan tersebut, menurut Menlu,  kontak bisnis antara Indonesia-India masih dirasakan perlu untuk ditingkatkan, karena pemerintah hanya membuka jalan, dan B to B yang harus maju. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker