Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Brilian Moktar SE MM bersama Satuan Komunikasi (Satkom) PWI Sumut menggelar reses di Gedung Uniland, Jalan MT Haryono, Medan, Kamis (6/8/2015).
Dalam reses ini, Brilian berupaya menampung aspirasi masyarakat yang akan disampaikan pada sidang paripurna dalam pembahasan Perubahan Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (P-APBD) Sumut.
Ketua Harian Satkom PWI Sumut Rivai mengatakan, berbagai permasalahan pendidikan di Medan, antara lain masih adanya siswa sisipan pada tahun ajaran baru dan tidak samanya uang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Medan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi orang tua mahasiswa.
"Jika permasalahan penerimaan siswa baru di tingkat SMP dan SMA terus berulang serta tingginya biaya kuliah, bagaimana kita bisa bersaing dalam masyarakat ekonomi ASEAN," katanya.
Kemudian Josep Sijabat dari Satkom PWI Sumut, menyoroti hancurnya infrastruktur jalan di Medan, akibat pemasangan pipa limbah.
Dirinya mencontohkan di Jalan Krakatau dan Glugur yang kupak-kapik tidak segera diperbaiki setelah pipa ditanam.
"Ada juga permasalahan ketentuan melampirkan rekening listrik untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Apa memang begitu ketentuannya," katanya.
Hal senada disampaikan Ferizal. Dirinya menyampaikan buruknya pelayanan BPJS Kesehatan kepada para peserta jaminan asuransi kesehatan milik negara tersebut.
"Pelayanannya sangat mengecewakan, apalagi dokter yang melayani pasien seperti dewa," jelasnya.
Pada kesempatan itu, pengurus Satkom lainnya juga menyoroti minimnya penerangan lampu jalan di kawasan Ring Road dan Jalan Asrama.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku kejahatan jalanan untuk melakukan aksinya.
Menanggapi hal itu, Brilian mengatakan, pendidikan di Sumut belum berjalan dengan baik, terutama dalam menyahuti kebutuhan dunia kerja. Apalagi dengan adanya penyimpangan pada penerimaan siswa baru pada tingkat SMP dan SMA.
Begitu juga dengan tidak meratanya uang kuliah yang harus dibayarkan oleh para orang tua.
"Bila memang terjadi penyimpangan pada penerimaan siswa, tolong berikan datanya agar bisa kita tindak lanjuti ke pihak terkait," kata Brilian.
Brilian menamabhkan, jika pendidikan tidak segera dibenahi, maka masyarakat akan sulit bersaing pada era MEA.
"Apalagi Sumut terkesan tidak siap dan tidak punya program dalam menghadapi MEA di akhir Tahun 2015," ungkapnya.
Mengenai BPJS Kesehatan, Brilian mengatakan, sudah banyak laporan tentang masih buruknya pelayanan kepada pasien peserta BPJS. Namun, tidak ada ketentuan harus melampirkan rekening listrik jika ingin menjadi peserta BPJS.
"Itu tidak benar dan kalau ada aturan seperti itu harus direvisi. Jika tidak kita akan masalahkan hal ini ke Jakarta," ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Brilian juga minta, selain membangun pos polisi, hendaknya aparat kepolisian selalu melakukan patroli di kawasan Jalan Gagak Hitam sekitarnya. Ini dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya tindakan kriminal.
"Semoga aspirasi yang disampaikan pada reses kali ini dapat ditampung pada P-APBD dan kalau tidak akan kita teruskan pada R-APBD 2016," demikian Brilian. (BS-031)
Tags
beritaTerkait
komentar