Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Kandasnya mosi tidak percaya kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Jafar Suheri Nasution dinilai akibat tidak konsistennya politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Anggota DPRD Madina Hatta Rangkuti di Panyabungan, Madina, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (4/1/2015) menjelaskan, Anggota DPRD Madina dari PPP merupakan yang pertama menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap Wakil Ketua DPRD Madina. Namun belakangan Anggota DPRD dari PPP menghadiri sidang paripurna yang dipimpin Jafar Suheri Nasution.
"Anggota DPRD dari PPP paling awal menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap Wakil Ketua DPRD Jafar Suheri Nasution. Anehnya, mereka menghadiri sidang paripurna pandangan fraksi terhadap jawaban bupati di bawah pimpinan oknum yang dimosi tak percaya sehingga korum mencukupi," ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sementara, Anggota DPRD lainnya yang belakangan turut menandatangani surat mosi tidak percaya tetap konsisten tidak masuk ke dalam paripurna karena dipimpin oknum yang telah dimosi tidak percaya, bukan menolak paripurnanya, imbuh Hatta.
Atas kejadian tersebut, Hatta menilai tidak adanya sikap konsisten PPP terhadap mosi tidak percaya yang dilayangkan Fraksi Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN terhadap Wakil Ketua Jafar Suheri Nasution terkait dugaan gratifikasi atas pengeluaran Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) alias OTP yang selama ini telah memicu konflik di tengah masyarakat.
(BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar