Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Harmonisasi sosial di Kota Medan selama ini masih tetap terjaga dengan baik. Sudah tentu hal itu berakar dari terciptanya kerukunan hidup beragama di Kota Medan. Meski masyarakat multi etnis, suku dan agama namun selalu terbangun budaya saling pengertian, saling menghormati dan saling menghargai atas segala perbedaan yang ada dengan tradisi tenggang rasa sangat tinggi.
Demikian disampaikan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada saat membuka Dialog Tokoh Masyarakat Lintas Agama Tahun 2014 yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan di Hotel Grand Kanaya, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/12/2014).
Dialog ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam menjaga kerukunan umat beragama. Apalagi para pesertanya terdiri para tokoh yang cukup dekat dengan masyarakat.
Dikatakan wali kota, peranan FKUB dalam mensosialisasikan budaya saling pengertian dan tenggang rasa sangat penting, sebab di tengah kehidupan umat beragama di Kota Medan, FKUB memiliki komitmen yang teguh untuk mendukung pemantapan harmoni sosial melalui pengembangan kebersamaan dalam perbedaan di tengah kehidupan warga Kota Medan.
"Kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dimaksud dengan toleransi saling pengertian, saling menghormati dan saling menghargai dalam kesetaraan. pengalaman ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Untuk itu pemerintah dan umat beragama harus melakukan upaya bersama dalam memelihara kerukunan umat beragama baik di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan," kata wali kota.
Karenanya melalui dialog ini mantan Sekda Kota Medan itu berharap, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bersama dalam meningkatkan peran FKUB sebagai kutub penyelamat terhadap konfik di Kota Medan dengan mengajak tokoh masyarakat lintas agama, kepaduan yang selama ini telah terbentuk semakin meningkat serta harmonis.
"Saya berharap dialog ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi para tokoh masyarakat dalam membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, sebab sebagai kota metropolitan yang multi etnis, kerukanan harus tetap terjaga apalagi Kota Medan telah dikenal sebagai kota yang memiliki kerukunan beragama yang baik," harapnya.
Sementara itu Ketua FKUB Kota Medan Palit Muda Harahap dalam laporannya mengatakan, dialog dengan para tokoh masyarakat ini memang menjadi agenda FKUB dalam menjaga kerukunan umat bergama di Kota Medan. Sebab, para tokoh masyarakat ini selalu bertemu dengan masyarakatnya di setiap wilayah masing-masing.
"Para tokoh masyarakat ini diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat beberapa harapan Wali Kota Medan, tentang kota Medan bagaimana agar kesejukan dan kerukunan umat bergama dapat terus terjaga. Di samping itu para tokoh masyarakat yang menjadi contoh dapat memberikan dampak positif bagi kerukunan umat beragama di Kota Medan," kata Palit.
Kemudian Palit menjelaskan, para peserta terdiri atas tokoh masyarakat yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Medan yang berjumlah 150 orang, masing-masing kecamatan diminta mengirim 7 orang tokoh masyarakat. Sebagai narasumber diundang Wakapolresta AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho, Ketua MUI Kota Medan M Hatta dan unsur dari FKUB Kota Medan Darius. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar