Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara mendapat perhatian dari sejumlah provinsi. Salah satunya Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengirimkan 38 perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melakukan studi banding ke Sumut, Selasa (8/10/2013). Menutup kunjungannya, FKUB menyempatkan diri melaksanakan sholat di Masjid Raya Al Mahsun, Medan, masjid yang menyimpan banyak sejarah perkembangan Islam di Medan.
Turut dalam rombongan tersebut Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy, Ketua FUKB Kaltim Drs Asmuni Ali, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim Dr HM Kusasi MPd, Kepala Bagian Kesbang Kaltim Yudha Pranoto, perwakilan agama Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu.
Dalam kunjungannya, rombongan FKUB Kaltim bersilaturahmi dengan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan. Kemudian rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi di Lantai IX Kantor Gubernur Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan.
Usai bertemu dengan Wagub Sumut Tengku Erry, rombongan kemudian mengunjungi Vihara Shri Marianmman di kawasan Jalan Zainul Arifin, Medan, lalu dilanjutkan mengunjungi Maha Vihara Adhi Maitreya di Komplek Perumahan Cemara Asri, Jalan Cemara, Deli Serdang.
Usai mengunjungi vihara terbesar di Indonesia tersebut, rombongan FKUB Kaltim kemudian menyempatkan diri mengunjungi Istana Maimun di kawasan Jalan Katamso, Medan. Selain melihat kemegahan Istana Kesultanan Deli tersebut, rombongan juga menggali sejarah perkembangan Islam di Tanah Melayu.
Tidak ingin melewatkan keunikan Masjid Raya, rombongan kemudian melaksanakan Sholat Ashar di Masjid Al Mahsun yang berdiri kokoh di sudut perempatan Jalan Sisingamangaraja-Jalan Masjid Raya, Medan.
Dari hasil studi banding ke sejumlah rumah ibadah, Wagub Kaltim Farid Wadjdy menyatakan rasa salutnya terhadap harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama di Sumut. Selain itu, kelebihan lain adalah masyarakat tidak mudah terusik oleh konflik dan isu SARA yang dapat mengancam kondusifitas keamanan di Sumut.
“Saling harga menghargai sesama pemeluk agama di Sumut sangat tinggi. Ini akan menjadi referensi kami untuk diterapkan di Kaltim. Tetapi harus dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan karakter masyarakat Kaltim,” ujar Farid.
Selain itu, Farid juga menyatakan apresiasi kepada masyarakat Sumut yang sangat menjunjung tinggi tiap warga menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
“Sumut tidak mengenal agama minoritas atau agama mayoritas. Semua saling hargai. Ini salah satu kelebihan di Sumut,” tambah Farid.
Sementara Wagub Sumut Tengku Erry mengatakan, Pemprov Sumut memberikan sejumlah masukan kepada FKUB Kaltim dalam menciptakan suasana kondusif antarumat beragama. Salah satunya adalah dengan menggelar koordinasi secara berkala dengan FKUB dan pemuka agama di Sumut.
“Saya juga menyampaikan bahwa di Sumut merupakan hal yang wajar jika ada satu keluarga yang memeluk lebih dari satu agama, tetapi tetap rukun. Kadang saudara tuanya agama Kristern, tetapi adiknya memeluk agama Islam. Mereka tidak berbenturan karena memiliki keyakinan dan kepercayaan yang berbeda,” ujar Erry.
Erry menegaskan, rumus sederhana menjaga kerukunan dan harmonisasi antarumat beragama adalah saling harga menghagai sesama pemeluk agama. Selain itu, masyarakat Sumut telah dewasa hingga isu SARA bukan hal yang dapat memecah-belah kebersamaan.
“Semoga kelebihan ini tetap lestari di Sumut. Sebagai warga Sumut, saya bangga hidup berdampingan dengan harmonis dengan pemeluk agama lain,” tutup Erry. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar