Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal Henri SSos mengajak seluruh elemen masyarakat Madina khususnya tokoh agama berperan serta melakukan pengawasan pelaksanaan tahapan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2013.
“Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama ini kita harapkan dapat meberikan motivasi terhadap masyarakat pemilih agar saling melakukan pengawasan agar penyelenggaraan pemilihan umum yang berkualitas terwujud dalam negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” sebutnya di Hotel Rindang Café, Panyabungan, Madina, Sumatera Utara, Selasa (15/01/2013).
Demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum yang dapat menjamin pelaksanaan hak politik masyarakat dibutuhkan peranan tokoh agama memberikan pengarahan agar berlangsung pemilihan umum yang profesional serta mempunyai integritas, kapabilitas dan akuntabilitas sesuai UU No 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
“Saat ini Panwaslu Madina sudah melakukan koordinasi pengawasan dengan KPU Madina dan jajaran, Polres Madina, Kejaksaan Negeri Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan dan DPRD Madina dalam rangka mengoptimalkan pengawasan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara,” sebutnya.
Dikatakannya, melihat keberadaan anggota Panwaslu di tingkat kabupaten dan kecamatan yang hanya 3 orang dan satu Pengawas Pemilu Lapangan, tidak mungkin bekerja maksimal sesuai dengan tugas dan kewenangan yang diemban sehingga masyarakat melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lembaga lainnya diharapkan untuk ikut berperan serta dalam melakukan pengawasan penyelenggaraan pemilu dalam rangka pencegahan sehingga tidak terjadi pelanggaran demi terwujudnya pemilu yang demokratis.
“Panwaslu Madina siap menerima laporan yang disampaikan masyarakat secara lisan, tulisan oleh seseorang atau lebih juga dari pemantau pemilu, maupun pasangan calon atau tim kampanye jika terjadi dugaan pelanggaran pemilukada ini. Panwaslu Madina juga akan meneruskan temuan yang didapat secara langsung maupun tidak langsung berupa data atau informasi tentang dugaan terjadinya pelanggaran Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Tahun 2013 ini,” katanya.
Sementara Ustadz Irwan Batubara dalam kesempatan tersebut mengatakan, peranan para tokoh agama dalam mensukseskan Pilkada Sumut Tahun 2013 ini sangat besar demi untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang akan merugikan kita semua dalam jangka lima tahun ke depan. Tokoh agama harus membantu tugas daripada penyelenggra pemilukada ini khususnya pengawas pemilu di Kabupaten Mandailing Natal sebab beban dan tanggung jawab mereka sangatlah berat mulai dari kekurangan personil hingga kepada tugas, fungsinya sangat besar.
“Kita akan memberikan saran dan masukan terhadap warga agar tidak melakukan pelanggaran yang bisa merugikan kita semua karena momen untuk menentukan pilihan terhadap kandidat yang akan bertarung ini harus ekstra hati-hati dan cukup dalam hati kita saja siapa nahkoda Sumatera Utara yang bisa membawa perubahan pembangunan,” katanya.
(BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar