Kamis, 17 September 2026

DPRD Medan Sidak ke RSUD Pirngadi

Selasa, 18 November 2014 23:18 WIB
DPRD Medan Sidak ke RSUD Pirngadi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Komisi B DPRD Kota Medan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Medan terkaitnya maraknya penyakit Demam Berdaran Dengue (DBD) di Medan beberapa bulan terakhir bahkan mengambil korban jiwa.

Sidak Komisi B dipimpin langsung Ketua Irsal Fikri didampingi Wakil Ketua Modesta Marpaung, Suriyanto, Wong Chun Sen dan Jumadi. Wakil rakyat yang terhormat melihat langsung kondisi pasien DBD lantai 2 dan lantai 3.

Kedatangan Komisi B DPRD Medan diterima Humas RSUD Pirngadi Edison Peranginangin di Ruang Melati 1 Anak lantai 3.

Dalam tinjauan tersebut Komisi B menemukan sejumlah pasien DBD yang perawatanya tidak sesuai standar. Seharusnya pasien DBD dipakaikan kelambu dan tempatnya terpisah dengan pasien lain.

"Sebab DBD merupakan penyakit menular karenanya kamarnya harus terpisah dengan pasien lainnya," ujar Irsal.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Modesta Marpaung yang menyayangkan manajen RSUD Pirngadi yang tidak menyediakan ruang isolasi bagi pasien DBD.

"Padahal penyakit ini merupakan penyakit menular yang cukup berbahaya. Orang yang terkena DBD bila digigit nyamuk lalu menggigit orang lainnya maka kumannya akan berpindah ke orang tersebut," jelasnya sembari menyayangkan hal ini tidak dilakukan RSUD Pirngadi sehingga kemungkinan besar penyakit ini akan menulari pasien lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi B juga menyayangkan Dirut RSUD Pirngadi Edwin Effendi yang terkesan enggan menerima kedatangan Komisi B DPRD Medan.

Menurut pengakuan politisi PPP sebelum sidak tersebut ia telah menghubungi Dirut melalui telepon namun tidak diangkat. SMS juga tidak dibalas.

Berdasarkan data yang diterima dewan, selama November jumlah pasien penderita DBD sebanyak 55 orang. Sedangkan korban meninggal selama 3 bulan terakhir tercatat 7 orang.     

"Begitu mendengar banyaknya korban, Komisi B DPRD Kota Medan menjadi terpanggil guna melihat langsung bagaimana cara penanganan pasien korban DBD. Tenyata penanganannya sangat buruk," tukasnya sembari mengharapkan Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja Dirut RSUD Pirngadi.

Lebih lanjut pihaknya juga mengharapkan Dinas Kesehatan lebih proaktif mengantisipasi mulai maraknya wabah demam berdarah di Medan.

“Saya sangat gelisah melihat SKPD terkait yang terlalu lamban. Dinkes seharusnya telah membentuk tim melihat daerah-daerah yang rawan endemis DBD,” ujarnya.

Kemudian seharusnya Dinas Kesehatan memiliki peta lokasi lokasi endemis DBD lalu melakukan pengasapan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk, pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara
Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan
Tiga Instansi Pemko Tak Hadir, Rapat Pansus Kepling Dibatalkan
Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker