Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Binjai, (beritasumut.com) – Wali Kota Binjai HM Idaham berharap pengusaha di Kota Binjai menjunjung tinggi toleransi beragama dan jangan menimbulkan hal-hal berbau SARA.
“Jika sudah kasus SARA, prosesnya akan cepat berkembang dan merugikan pengusaha," tegas Idaham.
Dikutip dari binjai.go.id, Rabu (5/11/2014), hal tersebut disampaikan Idaham dalam pertemuan FKPD dengan pengusaha Binjai di Aula Pemko Binjai, Senin (3/11/2014).
Pertemuan dihadiri Wakil Wali Kota Timbas Tarigan, Kapolres Binjai AKBP Marcelino Sampouw, Dandim 0203 Langkat Letkol Inf Agusman Heri, Anggota DPRD Jonita Agina Bangun, Kakan Kemenag Al Ahyu serta Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Nani Sundari.
Idaham mengemukakan, pertemuan Pemko Binjai yang dihadiri FKPD dengan pihak pengusaha serta SPSI ini untuk mengantisipasi masalah kerukunan umar beragama dan pembinaan kepada pengusaha agar memberikan waktu kepada karyawan menunaikan ibadah.
"Jangan ada pengusaha melarang karyawan menunaikan ibadah seperti Salat Jumat," tegas Idaham.
Sementara Kapolres Binjai AKBP Marcelino Sampouw meminta pimpinan perusahaan benar-benar membina karyawan sesuai aturan. Jika saat ibadah, silahkan dan jangan dilarang.
Kapolres Binjai juga meminta pimpinan perusahaan melakukan tes urine kepada karyawan, sehingga tidak ada pecandu narkoba yang bekerja.
"Jika ada pecandu narkoba, perusahaan akan merugi, sebab kerja malam, merusuh dan tindakan lain yang merugikan perusahaan, sudah merugikan usaha, gaji kita bayar," ujar Marelino Sampouw.
Sedangkan Kakan Kemenag Binjai Al Ahyu meminta pimpinan perusahaan agar memberikan bimbingan agama kepada karyawan, sehingga membuahkan karyawan yang baik.
Masalah salat, pimpinan perusahaan harus bijaksana. Pada waktu Salat Zuhur atau Jumat, lebih baik istirahat, sehingga tidak menganggu karyawan menunaikan ibadah.
"Sebab masalah ibadah, sangat mudah memicu konflik yang bisa merugikan perusahaan,” kata Al Ahyu. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar