Kamis, 02 Juli 2026

Pemerintah Harus Memperhatikan Penyandang Disabilitas

Senin, 26 Mei 2014 20:24 WIB
Pemerintah Harus Memperhatikan Penyandang Disabilitas
Wagub Sumut Erry Nuradi menyerahkan kaki palsu kepada penyandang disabilitas secara simbolis. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi mengimbau pemerintah kabupaten/kota di Sumut untuk memperhatikan para penyandang disabilitas (cacat) kaki dan tangan di daerah masing-masing. Penyandang disabilitas fisik jangan sampai terlantar akibat tidak dapat beraktifitas dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Imbauan ini disampaikan Wagub Erry Nuradi usai menyerahkan kaki dan tangan pengganti kepada sejumlah penyandang disabilitas di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (26//5/2014).

Acara tersebut merupakan rangkaian acara Program Pengukuran Kaki dan Tangan Pengganti Bagi Penyandang Disabilitas Lansia dan Keluarga Lansia Se Sumatera Utara kerjasama Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Hadir dalam acara tersebut Pembina YSKI yang juga mantan Sekdaprov Sumut RE Nainggolan, Ketua Bidang Kemanusiaan YSKI Anita, Ketua Yayasan Sosial Prestasi Lanjut Usia Sumut Sanggup Purba dan puluhan penyandang disabilitas kaki dan tangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Erry menyatakan apresiasinya kepada YSKI yang telah menggagas program Bantuan Kaki dan Tangan Pengganti Bagi Penyandang Disabilitas di Sumut. Program kemitraan tersebut diharapkan terus berkelanjutan demi memudahkan penyandang distabiltas mendapatkan kaki dan tangan pengganti.

“Kita menyadari, harga kaki dan tangan pengganti sangat mahal. Harganya bisa mencapai Rp8 sampai Rp15 juta per unit. Dengan adanya bantuan gratis, tentu penyandang disablitas dari kekuarga kurang mampu dan keluarga lansia dapat terbantu,” ujar Erry.

Erry juga berharap pemkab dan pemko di seluruh daerah di Sumut juga membuka diri untuk bekerjasama dengan sejumlah yayasan yang dapat menyediakan kaki dan tangan pengganti bagi penyandang disabilitas di daerah masing-masing.

“Pemkab dan pemko dapat mendata sedini mungkin para penyandang disabilitas di daerah masing-masing. Selanjutnya membangun hubungan kemitraan dengan yayasan yang dapat menyediakan kaki dan tangan pengganti. Dengan begitu, pemkab dan pemko memiliki perhatian kepada penyandang disabilitas, terutama mereka yang kurang mampu,” harap Erry.

Lebih lanjut Erry menyatakan, penyandang disabilitas terutama lansia harus menjadi perhatian serius sebagai upaya balas jasa.

Ketua Yayasan Sosial Prestasi Lanjut Usia Sumut Sanggup Purba mengatakan, penerima bantuan kaki dan tangan pengganti sengaja didatangkan dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut diantaranya Kabupaten Madina, Nias, Simalungun, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Sergai, Kota Medan, Binjai dan Dairi.

“Mereka sangat berterima kasih, terutama penyandang disabilitas lanjut usia. Selama ini mereka kesulitan mendapatkan kaki dan tangan pengganti akibat berbagai alasan, termasuk ketiadaan biaya,” sebut Sanggup.

Sementara Pembina YSKI RE Naingolan mengatakan, pihaknya telah menyumbangkan 6.800 kaki dan tangan pengganti bagi penyandang disabilitas secara nasional. Hampir 85 persen diantaranya kehilangan anggota tubuh akibat kecelakaan.

“YSKI adalah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang kemanusiaan. Kita berharap YSKI dapat menyiapkan kaki dan tangan pengganti bagi penyandang distabilitas lebih banyak lagi tahun mendatang,” harap RE.

Menurut RE, YSKI tidak hanya memberikan bantuan kaki dan tangan pengganti, namun juga secara berkesinambungan melakukan kontrol terhadap perkembangan penerima, baik pergantian akibat rusak maupun membutuhkan tangan dan kaki pengganti yang lebih besar.

“Bagi mereka yang telah menerima kaki atau tangan pengganti, YSKI terus melakukan pemantauan. Bagi mereka yang butuh kaki atau tangan pengganti yang lebih besar seiring pertumbuhan fisik, YSKI akan dengan senang hati melayani,” ujar RE.

Ketua Bidang Kemanusiaan YSKI Anita menyatakan, sebelum mendapat kaki dan tangan pengganti, penyandang disabilitas harus diukur oleh tenaga ahli untuk menyesuaikan ukuran kaki atau tangan pengganti yang dicetak nantinya. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kaki dan tangan pengganti mencapai 1 hingga 2 bulan.

“Kendala yang sering kita hadapi dalam membantu penyandang disabilitas adalah menghilangkan rasa minder penyandang. Biasanya, setelah mengalami kecelakaan, penyandang disabilitas malu untuk mendapatkan kaki atau tangan pengganti. Salah satu strategi yang kita lakukan adalah dengan membawa penyandang disabilitas yang telah mendapat kaki atau tangan pengganti untuk memberikan semangat,” jelas Anita.

Anita bahkan menyayangkan pihak keluarga yang sengaja menyembunyikan bagian keluarganya penyandang disabilitas dengan alasan malu dengan tetangga atau lingkungan masyarakat.

“Seharusnya itu tidak terjadi. Saya pernah menemukan penyandang disabilitas yang terpaksa dipasung keluarganya karena takut malu dengan tetangga. Ini menyedihkan sekaligus membuat hati kita menjadi miris,” tambah Anita.

Bagi penyandang disabilitas yang ingin mendapatkan kaki dan tangan pengganti, dapat mengubungi kantor YSKI di Jalan Iskandar Muda No 3A, Medan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Pasar Murah Imlek 2026 di Medan, Pemkot Hadir Bantu Warga Jelang Perayaan Tahun Baru Tionghoa
Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih dan Pemanfaatan Sumber Daya Secara Bijak
Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan
KemenPAN-RB dan Komdigi Kolaborasi Wujudkan Pemerintah Digital
Presiden Prabowo Tegaskan Kontinuitas Pemerintahan Kunci Pembangunan Nasional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker