Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kinerja Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dinilai masih lemah dan belum maksimal menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu Dirut PD Pasar diminta agar fokus bekerja.
Sorotan ini disampaikan Anggota Pansus Aripay Tambunan saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran Walikota Medan Tahun 2013 di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Selasa (6/5/2014).
Rapat dipimpin Ketua Pansus Tim B Parlindungan Sipahutar didampingi Anggota Daniel Pinem, Surianda Lubis, Irwanto Tampubolon, M Yusuf dan Dianto MS. Sementara pihak PD Pasar dihadiri Dirut Benny Sihotang, Direktur SDM Osman Manalu dan staf lainnya.
Menurut Aripay, kinerja PD Pasar belum maksimal terkait pengelolaan pedagang tradisional dan menggali potensi PAD yang ada. Seperti halnya potensi PAD dari pengelolaan kamar mandi (WC) dan retribusi lainnya.
“Ini kan contoh kecil yang belum tersentuh sementara potensi cukup besar,” ujar Aripay.
Sama halnya dengan anggota pansus lainnya, Surianda Lubis menyebutkan seharusnya jajaran Direksi PD Pasar harus memberdayakan potensi yang ada demi mengembangkan pasar tradisional menjadi modern. Bukan sekadar membagi-bagi dana yang bersumber dari bantuan penyertaan modal asing.
“Jangan PD Pasar itu seakan kekurangan gizi yang selalu mengharapkan bantuan penyertaan modal. Tetap harus berhasil dan punya bobot menggali PAD dan memberdayakan potensi yang ada. Dirut PD Pasar harus mampu menjalankan skala prioritas dan mampu menggunakan seperti apa penyertaan modal itu. Karena pembagian dana itu sederhana saja,” beber Surianda.
Kritikan lain juga disampaikan anggota pansus lainnya, Irwanto Tampubolon terkait lambatnya proses penggunaan pasar induk di Medan Tuntungan, sehingga saat ini terkesan terbengkalai. Dalam hal ini Irwanto mendesak pihak PD Pasar supaya percepatan penggunaan pasar tersebut.
Sebelumnya, Dirut PD Pasar Medan Benny Sihotang memaparkan, pihaknya mendapat bantuan dana sebesar Rp9,9 miliar di Tahun 2013 untuk pembenahan pasar pasar tradisional di Medan. Namun dana tersebut hanya terealisasi sebesar Rp7 M.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar