Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengalokasikan anggaran bagi masyarakat yang membutuhkan darah. Pasalnya, selama ini kebutuhan stok darah telah terpenuhi tetapi dana untuk membayar pengganti pengolahan darah hingga kini tidak ada.
“Selama ini stok darah telah terpenuhi di Kota Medan. Semuanya ini berkat adanya aksi donor darah yang dilakukan oleh berbagai pihak dan juga instansi terkait termasuk PDDI. Tetapi saat kondisi genting, umumnya masyarakat masih kesulitan mendapatkan stok darah karena tidak adanya biaya atau biasa disebut Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Inilah yang menjadi persoalan,” kata Ketua PDDI Kota Medan Janlie yang didampingi sekretaris PDDI Jhony Sulistio, Ketua Panitia Kegiatan Jhony Sia serta Ketua PMI Medan Musa Rajeck Shah di Medan, Rabu (22/1/2014).
Atas dasar itu, kata Janlie, PDDI yang didukung PMI akan melakukan gerakan “Darah Untuk Semua”. Mengingat sampai hari ini belum dapat diproduksi darah sintesis di seluruh dunia, sedangkan untuk menyelamatkan nyawa pasien, terkadang waktu yang ada tidaklah banyak, sehingga seringkali kelurga pasien kebingungan mencari dana untuk menutupi biaya itu.
"Artinya, di sini kami akan mengumpulkan ribuan relawan dari berbagai elemen masyarakat yang selalu siap memberikan darahnya bila ada yang membutuhkan,” ujarnya.
Oleh karena itu, sambungnya, PDDI Medan ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk bersama-sama berjuang, agar Pemko medan dapat mengalokasikan anggaran bagi masyarakat yang membutuhkan darah.
"Harapannya, anggaran itu dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat di Kota medan tanpa ada perbedaan," jelasnya seraya menyebutkan akan mengumpulkan 100 ribu relawan PDDI dan 1000 komunitas maupun perusahaan bersama-sama berjuang untuk memohon kepada Pemko Medan.
Ketua PMI Medan Musa Rajek Shah mengapresiasi langkah yang dilakukan PDDI. Pihaknya berharap agar seluruh stakeholder di Sumatera Utara dapat membuat alokasi anggaran biaya pengolahan pengganti darah.
”Selama ini PMI dan PDDI telah bersinergi untuk bekerja keras agar kebutuhan darah dapat terpenuhi untuk mengatasi apa yang dikeluhkan oleh masyarakat selama ini. Tapi kesulitan yang dihadapi masyarakat karena tidak adanya biaya penganti pengolahan darah. Jadi disinilah kita berharap agar seluruh pihak mau membuat alokasi anggarannya agar masyarakat terbantu,” ucap pria yang akrab disapa Ijeck ini.
Dikatakan Ijeck, dengan adanya gerakan “Darah Untuk Semua”, maka masyarakat dapat terbantu didalam kebutuhan darah saat dibutuhkan.
“Dalam kegiatan ini kami telah menyiapkan relawan-relawan bagi masyarakat yang membutuhkan darah pada saat dibutuhkan,” terangnya.
Ketua panitia kegiatan “Darah Untuk Semua“ Jhony Sia menambahkan, kegiatan akan dilaksanakan pada 26 Januari yang bertempat di Sekolah Tinggi Bahasa Asing-Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA), Jalan Yos Sudarso. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penghargaan kepada seluruh mitra yang telah membantu melalui pelaksanaan donor darah dan juga aksi relawan donor darah.
"Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada mitra PDDI, para relawan donor darah, dan beberapa mitra lainnya," pungkasnya. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar