Jumat, 08 Mei 2026

Galian C Ilegal Marak, Bupati Diminta Evaluasi Camat Namorambe

Selasa, 15 Oktober 2013 21:39 WIB
Galian C Ilegal Marak, Bupati Diminta Evaluasi Camat Namorambe
Salah satu penanambangan galian C liar di Kecamatan Namorambe di alur Sungai Petani.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Namorambe, (beritasumut.com) – Akibat maraknya aktivitas penambangan galian C ilegal, kredibilitas Camat Namorambe Drs Hendra Wijaya pun dipertanyakan. Hendra Wijaya dituding tidak menyahuti keluhan masyarakat.

"Saya menilai Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan salah pilih menempatkan Drs Hendra Wijaya menjadi Camat Namorambe. Karena selaku camat, dia terkesan tidak peduli kepada keluhan masyarakat terkait rusaknya lingkungan yang sudah sampai pada tahap mengkhawatirkan sebagai dampak dari penambangan galian C ilegal," kata R Barus (56) salah satu Tokoh Masyarakat Namorambe di Namorambe, Selasa (15/10/2013).

Masyarakat pun medesak Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan dan Wakil Bupati Zainuddin Mars segera mencopot Camat Namorambe Drs Hendara Wijaya. Desakan pencopotan oleh masyarakat  ini mengingat Camat Hendara Wijaya dianggap tidak berhasil mengayomi masyarakat serta menindak aktivitas galian C ilegal di Kecamatan Namorambe yang semakin bertabur.

“Sejak beliau menjabat Camat Namorambe, galian C ilegal justru makin marak, seperti terlihat di Desa Batu Gemuk, Batu Mbelin, Siluelue, Lubang ido, Rampah, Tangkahan, Desa Jaba, Desa Tengah dan sejumlah desa lainya. Bila Camat tidak segera menindak, sedikit banyaknya pasti akan berdampak pada animo masyarakat dalam mengikuti pemilukada yang sebentar lagi bakal digelar untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang,” beber Barus dibenarkan warga lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai pimpinan kecamatan, Hendra Wijaya harusnya bertindak dan bekerja sesuai aturan, bukan sebaliknya menerapkan sikap terkesan melindungi penambang liar yang merugikan masyarakat dan pemerintah.

“Maraknya galian c ilegal di Namorambe sebagai bukti camat yang bertindak tidak profesional. Beliau terkesan sengaja memainkan peran untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dengan memnfaatkan jabatannya selaku orang nomor satu di Kecamatan Namorambe,” tukas Barus lagi.

Senada dengan Barus, B Sembiring (54) warga lainnya malah menilai jabatan camat yang kini diemban Hendra Wijaya sama sekali tidak memiliki arti apa-apa. "Harus dipertanyakan, apakah  kinerja  seorang camat seperti ini? Bagaimana mau mengayomi masyarakat kalau kinerja camat saja tidak becus. Jabatan yang saat ini diemban tak layak lagi untuk dipertahankan. Kami  hanya ingin ada perubahan dalam kecamatan. Sehingga perkembangan Kecamatan Namorambe bisa setara dengan kecamatan lainnya. Bukan malah menjadi lokasi penambangan liar, tempat peredaran narkoba dan judi," harapnya. (BS-028)

Tags
beritaTerkait
Gubernur Sumut dan 7 Bupati se-Kawasan Danau Toba Teken Rencana Aksi
Wakil Bupati Pakpak Bharat Lakukan Sidak Pasca Libur Lebaran
Bupati Taput Berikan Bantuan Dana Pendidikan Kepada Mahasiswa Baru
Bupati Taput Serahkan Alsintan Kepada Poktan
Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Deli Serdang ke 70
Susun RPJMD, Gubsu Beri Waktu 3 Bulan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker