Sabtu, 02 Mei 2026

Sosialisasi KPU Tak Maksimal, Banyak Warga Medan Belum Terima C6

Minggu, 03 Maret 2013 21:23 WIB
Sosialisasi KPU Tak Maksimal, Banyak Warga Medan Belum Terima C6
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Sejumlah warga di Kota Medan hingga saat ini masih banyak yang belum menerima undangan atau C6 untuk pencoblosan di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara yang akan dilangsungkan pada Kamis (07/03/2013 mendatang). Permasalahan ini dinilai merupakan buah dari kurang maksimalnya peran Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) khususnya Kota Medan. 

“Kita banyak menerima keluhan dari warga yang hingga kini belum menerima/belum sampainya C6 (undangan pencoblosan) pada tanggal 7 Maret mendatang. Dan saya melihat belum sampainya undangan ini dikarenakan kurang maksimalnya peran KPU,” ungkap Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan Zulmorado Slawat Siregar saat dihubungi, Ahad (03/03/2013).
 
Politisi Partai Keadilan Sejahtera menilai, kebanyakan masyarakat di Kota Medan belum paham dengan permasalahan undangan C6 ini sehingga begitu meresahkan mereka. “Sebenarnya tugas KPU adalah mensosialisasikan kepada masyarakat. Meski masyarakat tidak mendapatkan C6 tetapi mereka bisa membawa KTP selama mereka terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ungkap Zulmorado.
 
Dikatakannya, kebanyakan masyarakat berpendapat karena mereka tidak mendapat undangan mereka enggan datang ke TPS. “Mereka mengatakan percuma saja dating ke TPS karena tak mendapat undangan dan karena itulah banyak diantaranya warga memilih golput,” ungkapnya seraya mengatakan sejak awal semua bersepakat baik KPU dan kita semua untuk bisa sedapat mungkin meminimalisir golput di masyarakat.
 
Ditemukan masalah ini membuktikan sosialisasi KPU tidak menyentuh ke akar permasalahan yang sebenarnya dikeluhkan warga. “Jadi kita melihat warga belum sepenuhnya paham, dan ini membuktikan kalau kinerja KPU tidak maksimal,” ungkapnya.
 
Tidak hanya itu, Zulmorado juga meminta KPU segera merapikan DPT dimana hingga saat ini banyak diantaranya warga melaporkan orang yang sudah meninggal formulir C6-nya masih keluar. “Jadi kita minta sebelum hari H pencoblosan, KPU segera menertibkan dan membersihkan serta memusnahkan undangan C6 yang diterbitkan untuk orang meninggal sehingga tidak disalahgunakan oknum-oknum tertentu untuk memenangkan calon tertentu di pilgub ini,” ungkapnya.
 
Tidak hanya itu, Zulmorado juga menyoroti peran Kepala Lingkungan (Kepling) yang ikut membagikan undangan C6 padahal  pembagian undangan pencoblosan tersbut merupakan kerja KPU bukan Kepling.
 
“Kita juga meminta KPU untuk tidak melibatkan Kepling dalam membagikan undangan C6 tersebut, KPU harusnya menggunakan tenaga yang diorganisir langsung KPU, karena ada situasi  dimana terindikasi dimana Kepling berpihak kepada calon tertentu katena ada perintah dari struktur diatasnya,” ungkap Zul. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Rumah Pintar Pemilu, Alat Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Komisioner KPU Medan Mundur Setelah Dilaporkan Berstatus CPNS
Bawaslu Sumut Minta KPU Segera Gelar Pilkada Simalungun
MA Tolak Kasasi KPU Simalungun, JR Saragih-Amran Sinaga Tetap Berhak Jadi Calon
2016, Rumah Pintar Pemilih Diaktifkan di Medan
Diduga Ancam Koordinator Panwaslih, Sekretaris KPU Simalungun Ditangkap
komentar
beritaTerbaru
hit tracker