Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Padang Sidimpuan, (beritasumut.com) – Diperkirakan hampir setengah dari 2.000-an massa yang menghadiri kampanye pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut lima, Gatot Pudjo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi (Ganteng) meninggalkan Stadion HM Nurdin, Padang Sidimpuan, Sumatera Utara, Rabu (20/02/2013). Padahal kampanye sedang berlangsung dan jurkam lokal sedang berkoar-koar menyampaikan orasi politik.
Aksi spontanitas meninggalkan lokasi kampanye itu dilakukan karena massa dibohongi Cagub-Cawagub tersebut. Sepekan sebelum kampanye, tim pemenangan No 5 sudah menyosialisasikan di media cetak dan radio bahwa kampanye akan dihadiri pelawak Sule, Opick, dan dai kondang Ustadz Solmed.
“Mohon maaf, hari ini Sule bersama Opick dan Ustadz Solmed tidak bisa hadir di tengah kita, karena pesawat yang akan membawa mereka dari Jakarta lupa mengisi minyak,” kata jurkam lokal dari Partai Keadilan Sejahtera, Edi Hasan Nasution, yang disambut teriakan kekecewaan massa.
“Pembohong! Belum lagi terpilih sudah membohongi rakyat. Berarti berita di koran dan iklan di radio itu hanya untuk mengelabui kami agar datang beramai-ramai. Kami datang hanya untuk melihat Sule dan bukan calon gubernur pembohong,” teriak Susi dan Lina, warga Kelurahan Aek Tampang, Padang Sidimpuan, sambil berlalu meninggalkan stadion.
Menurut mereka, kebohongan Cagub-Cawagub No 5 yang mengaku Ganteng bukan hanya pada kehadiran Sule, Opick, dan Ustadz Solmed. Tetapi juga berbohong tentang kedatangan dua tokoh Tabagsel, yakni mantan Pangkostrad AY Nasution, dan mantan Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan.
“Ganteng-ganteng kok tukang bohong! Sule mana Sule? Kita datang untuk melihat si Sule,” ujar mereka.
Kekecewaan juga datang dari salah seorang Relawan Ganteng di Padang Sidmpuan, Dwi Prasetyo (24). Dia kecewa dengan tim pemenangan pasagan Cagub-Cawagub ini, karena sejak jauh-jauh hari sebelum kampanye sudah membohongi warga lewat media cetak dan radio.
“Jujur saja, saya menjatuhkan dukungan kepada pasangan ini karena terpengaruh dengan sosialisasi tim pemenangannya. Tapi sekarang saya sudah tahu, bahwa mereka yang telah berhasil meyakinkan saya tersebut ternyata pembohong,” kata Dwi yang segera meninggalakan stadion bersama sekitar 50 orang teman sekampung yang dibawanya.
Ditanya apa langkah selanjutnya tentang Pilgub Sumut ini, Dwi mengaku akan mengkonsolidasikannya dengan teman-teman sekampung yang sudah berhasil “digarapnya” untuk Ganteng. “Kemungkinan besar kami akan beralih ke pasangan calon lain,” ujarnya.
(BS-035)
Tags
beritaTerkait
komentar