Minggu, 26 Juli 2026

Penderita Tiroid Terus Meningkat karena Ketidaktahuan

Minggu, 17 April 2016 20:48 WIB
Penderita Tiroid Terus Meningkat karena Ketidaktahuan
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Organisasi kesehatan PBB, World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 750 juta jiwa penduduk dunia mengalami gangguan tiroid, bahkan jumlahnya melebihi prevalensi diabetes. Indonesia sendiri berada di peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam hal gangguan tiroid itu.

Hasil survei terbaru IMS Health, gangguan tiroid mempengaruhi 1,7 juta orang di Asia Tenggara. Walaupun di Sumatera Utara (Sumut), kata dr Mardianto SpPD KEMD, belum ada penelitian khusus tentang berapa jumlah masyarakat yang mengalami ganggaun tiroid, namun minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit itu menyebabkan bertambahnya jumlah masalah tiroid.

"Dari jumlah kunjungan di rumah sakit Adam Malik, masalah tiroid mengalami peningkatan. Tiroid berfungsi sebagaiĀ  pengendali utama metabolisme tubuh dan berperan penting dalam kesehatan tubuh. Jika dibiarkan, gangguan kelenjar tiroid akan mengganggu aktifitas. Kalau dibiarkan lama, berdampak pada organ jantung baik tiroid yang hyper dan hypro," ujar Mardianto yang juga Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik Medan, Minggu (17/04/2016).

Dijelaskannya, gangguan tiroid adalah berbagai gangguan atau masalah yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kelenjar yang terletak disekitar jakun ini berfungsi mengatur berbagai sistem metabolisme dalam tubuh sehingga peranannya sangatĀ  penting.

Disebutkannya, ada dua masalah tiroid yaitu tiroid hyper dan hypro. Secara Epidemiologi, masalah tiroid ada di daerah yang konsumsi iodiumnya tinggi. Pada gejala orang yang mengalami gangguan tiroid terangnya lagi, tiroid yang hyper yaitu tidak tahan panas, berkeringat, makan banyak, berat badan berkurang, kurus, jantung berdebar debar, hyper aktif, terjadi pembesaran leher dan meningkatnya metabolisme. Sedangkan gejala hypro tiroid yaitu metabolisme turun, tidak tahan dingin dan gerakan tubuh lambat.

"Yang penting, lakukan pemeriksaan laboratorium, tiroid tidak berbahaya, tetapi mengganggu aktifitas. Tujuan pengobatan untuk menormalkan hormon, bisa dengan obat obatan, operasi atau abrasi," katanya.

Karena gangguan tiroid merupakan penyakit auto imun, sambungnya , maka pencegahannya dilakukakan dengan deteksi dini dan umumnya terjadi banyak pada wanita. "Hanya nampak gejala karena endokrin. Kelenjar tiroid mudah teridentifikasi, mudah dilihat karena terjadi pembesaran pada bagian leher," pungkasnya.(BS01)

Tags
beritaTerkait
RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker