Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Direktur Minauli Consulting Irna Minauli mengungkapkan, persoalan perceraian yang tinggi di Kota Medan dikarenakan ketidaksiapan mental pasangan suami istri, apalagi yang masih berusia muda.
Menurut Irna, sebelum menikah, pasangan muda banyak hanya disibukkan dengan persiapan perkawinan yang sifatnya fisik saja, seperti pre weding. Padahal yang penting dipersiapkan itu katanya adalah sisi emosional dari pasangan tersebut.
"Banyak kalangan muda saat ini terbiasa dengan hal yang instant, sehingga ingin mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang instant pula tanpa berpikir bahwa kehidupan perkawinan itu juga banyak permasalahan. Banyak juga yang terlalu ideal melihat perkawinan, tapi ketika tidak sesuai, jalan keluar yang paling mudah diambil adalah perceraian," ujarnya menyikapi banyaknya kasus perceraian di kalangan masyarakat.
Irna melanjutkan, dengan perceraian, orang tua tidak sadar akan banyak menimbulkan masalah psikologis pada anak. Selain juga bagi wanita yang diceraikan, permasalahan juga tak bisa dilepaskan pada kehidupan selanjutnya."Secara finansial wanita juga harus memiliki bekal untuk menghidupi diri dan keluarga. Apalagi setelah perceraian, wanita dan anak butuh penyesuaian terhadap peran baru yang akan lebih sulit," jelasnya.
Seperti diketahui, dalam kurun waktu 2015-2016, Pengadilan Agama (PA) Medan Klas I-A menangani sebanyak 3.000 perkara kasus perceraian suami-istri, di mana 2.500 pasangan terpaksa melakukan perceraian.Imbas dari kasus tersebut salah satunya adalah perebutan hak asuh pada anak.(BS02)
Tags
beritaTerkait
komentar