Kamis, 04 Juni 2026

Yafonaso Laia Tikam Teman Satu Penjara di Nusakambangan

Senin, 03 Agustus 2015 18:03 WIB
Yafonaso Laia Tikam Teman Satu Penjara di Nusakambangan
Google
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Terpidana mati kasus pembunuhan asal Nias, Yafonaso Laia, menikam teman satu penjara, Ujang Supriyatna (33), di LP Kelas I Batu Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2015) sekira pukul 07.45 WIB.

Awalnya, korban yang merupakan napi kasus pembunuhan, duduk-duduk di depan kamar 4 Blok C bersama terpidana kasus pembunuhan, John Refra alias John Kei, usai mengikuti apel pagi.

Tiba-tiba, Yafonaso Laia lari dari dalam kamar 2 Blok C, dan menghampiri Ujang dan langsung menikam korban pada dada sebelah kiri sebanyak dua kali dengan menggunakan gunting.

Warga Dusun Cikananga RT 04 RW 01, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten, Ciamis, Jawa Barat itu langsung bersimbah darah. Korban pun berupaya menyelamatkan diri hingga akhirnya ditolong salah seorang petugas Lapas Batu yang sedang berjaga.

Karena Ujang mengalami luka parah pada dada dan tangan, petugas Lapas Batu segera membawanya ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Kepala Lapas Kelas I Batu Marasidin Siregar saat dihubungi mengaku sedang berada di Makassar sehingga tidak mengetahui secara jelas peristiwa penusukan tersebut.

Sedangkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin mengatakan telah menerima laporan terkait peristiwa penusukan di Lapas Kelas I Batu Pulau Nusakambangan.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, aksi penusukan tersebut berawal dari candaan yang selalu dikatakan korban kepada pelaku yang merupakan terpidana mati karena istrinya juga menjadi terpidana mati di Medan. Oleh karena setiap hari digodain, dia (Yafonaso Laia) marah hingga akhirnya menusuk korban," katanya, Senin (3/8/2015), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Menurut Yuspahruddin, saat ini pelaku penusukan telah ditempatkan di ruang isolasi dan sudah berdamai dengan korban. Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

"Yang namanya orang berkelahi di dalam (lapas) bisa pakai apa saja dan perkelahian itu biasa terjadi di lapas mana pun karena kami tidak mungkin terus menerus mengawasi mereka selama 24 jam," katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Poles Cilacap AKP Agus Sulistianto mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus penusukan tersebut. "Masih dalam penyelidikan," katanya singkat. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Anak Tikam dan Bacok Ibu Kandung Ditangkap
Diduga Gara-gara Harta, Anak Tikam dan Bacok Ibu Kandung di Medan
Sakit Hati Dipecat, Emerson Situmeang Tikam Mantan Majikan Lalu Bunuh Diri
Tak Senang Istri Dibentak, Adik Ipar Tikam Abang Ipar
Terpidana Mati WN Malawi Dimakamkan di Nusakambangan
Remon Tikam Ade di Pasar Meranti Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker