Minggu, 12 Juli 2026

Lagi, Seorang Pekerja Wanita Asal NTT Meninggal Diduga Akibat Dianiaya Majikan di Medan

Jumat, 28 Februari 2014 23:53 WIB
Lagi, Seorang Pekerja Wanita Asal NTT Meninggal Diduga Akibat Dianiaya Majikan di Medan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Seorang pekerja wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan majikannya, Mohar, warga Kompleks Family, Jalan Katamso, Lingkungan I, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) akhirnya meninggal dunia pada Kamis (27/2/2014) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Riska Bota (22) meninggal di Rumah Sakit Methodist, Jalan Thamrin, Medan, karena pembengkakan di jantung.

"Korban masuk tadi pagi setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Deli. Sebelumnya korban dirawat di Ruangan Lidya 5 karena kondisinya tidak memungkinkan kita masukkan ke ruangan ICU," ujar seorang Dokter RS Methodist, Kamis (27/2/2014) malam.

Dikataknnya, saat pemeriksaan, kondisi korban cukup baik, namun ada pembengkakan di kaki. "Saat kita periksa ternyata ada pembengkakan di jantung yang menyebabkan korban tewas. Saat meninggal korban mengeluarkan buih dimulut,” imbuhnya.  

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sudah 2 tahun menjadi korban penyekapan majikannya yang berprofesi sebagai pengusaha walet. Korban bersama teman yang lainnya dipekerjakan dan hanya diberi makan seadanya. 

Sementara itu, Kanit VC Satreskrim Polresta Medan Iptu Jama K Purba belum bisa dikonfirmasi karena teleponnya tidak diangkat. 

Sebelumnya, rekan korban sesama pekerja wanita asal NTT, Marni Baun, juga meninggal dunia pada Rabu (19/2/2014) diduga akibat dianiaya majikan. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker