Minggu, 23 Agustus 2026

KDRT Dalam Keluarga Pemulung

Senin, 01 Juli 2013 21:49 WIB
KDRT Dalam Keluarga Pemulung
Dok
Dua orang pemulung memilah sampah di TPA Kelurahan Terjun, Medan Marelan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Pancurbatu, (beritasumut.com) – Getirnya hidup bukan persoalan bagi Nora Yani (26) yang tinggal di rumah kontrakan di Gang Dame, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang.

Tetapi ketika dihajar suami saat hendak memulung (mengumpulkan) barang bekas di lokasi pembuangan sampah, jelas saja ia tidak terima.

Karena tak tahan suaminya ringan tangan, masalahnyapun sampai di Polsek Pancurbatu. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini kini menjadi urusan polisi.

Informasi diperoleh menyebutkan, Nora permisi kepada suaminya R (26) karena mau pergi cari nafkah di TPA Sampah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Jumat (29/6/2013) lalu.

Kala itu R menjawab dia saja yang pergi nanti. Tapi melihat suaminya masih bermalas-malasan dan sedang tiduran, Nora meminta dirinya saja yang pergi bekerja.

Tapi tiba-tiba, R yang tidak terdaftar sebagai penerima BLSM tersebut langsung marah dan menumbuk kepala korban seraya menyuruh istrinya kalau mau pergi agar membawa ketiga anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

“Mana mungkin aku bekerja sambil membawa ketiga anak-anak kami. Bagaimana mengais rezeki di sampah-sampah itu kalau anak-anak pun ikut ke sana,” ujar Nora kepada wartawan, Senin (1/7/2013).

Sudah ditumbuk, Nora disiram minyak tanah lagi oleh suaminya. Kemudian mau disulutnya pakai api. Melihat tindakan suaminya itu, Nora semakin takut, tapi masih sempat mematikan api yang di tangan R sehingga tubuhnya luput dari lalapan api.

“Karena kami ribut, tetangga sempat berdatangan dan melerai kami,” aku Nora sambil memberi makan ketiga anaknya yang ikut dibawanya ke Mapolsek Pancurbatu.

Nora mengatakan, dirinya sudah tidak sanggup lagi menghadapi suaminya yang tukang pukul tersebut. Sebab aksi kekerasan tersebut sudah beberapa kali dialami korban.

“Kami sama-sama mencari nafkah dengan mengais sampah di TPA Marelan. Tapi selama ini dia (R) jarang memberikan uang untuk kehidupan kami sehari-hari,” aku Nora lagi.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu melalui Kanit Reskrim AKP P Samosir ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan pengaduan korban.

“Pengaduannya sudah kita terima dan kasusnya masih kita selidiki dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi,” ujar Samosir. (BS-028)

Tags
beritaTerkait
2 Tahun Tersangka KDRT Tidak Diserahkan Polsek Medan Area ke Kejari Medan
Dituduh Mencuri, Tukang Butut Dibalbal Massa
Dikira Maling Ternyata Tukang Butut
Dasar Suami Sontoloyo! Dilarang Nonton Film Oh Yes Oh No Malah Aniaya Istri
Tukang Butut Tewas Dilindas Truk di Medan
Memori Banding Diduga Ditahan PN Medan, Anak Korban KDRT Protes
komentar
beritaTerbaru
hit tracker