Dugaan Keracunan 53 Santri, Begini Respons LPA Deli Serdang
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan makanan yan
Peristiwa
Beritasumut.com-Sejumlah tradisi memasak makanan tertentu dilakukan warga di bulan puasa ini, bagi warga suku melayu di sumatera utara, bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk memasak dan menyantap bubur pedas bersama-sama.
Bubur pedas adalah makanan khas suku melayu yang hanya dibuat pada momen tertentu saja seperti acar penikan, sunatan anatu acar kenduri dan besar lainnya.
Menurut Hajjah Khairani, pembuat bubur pedas melayu, di bulan puasa, menyantap bubur pedas ini dipercaya dapat mengembalikan kesegaran tubuh yang hilang selama berpuasa. “Menyantap bubur pedas ini dipercaya bisa mengembalikan kesegaran tubuh yang hilang selama berpuasa, dan tradisi ini telah kami laksanakan sejak dari nenek-nenek kami," ujarnya, kepada beritasumut.com, Jumat (10/06/2016).
Keluarga Hajjah Khairani, kerap memasak bubru pedas saat bulan puasa, dan kini, ia dipercaya oleh pengelola Mesjid Raya Setabat untuk membuat bubur pedas sebagai makanan berbuka puasa jemaah Mesjid Raya Stabat selama bulan puasa ini.
Membuat bubur pedas tidaklah mudah, membtuhkan 100 jenis bahan dalam pembuatannya, mulai dari bahan utama beras, kentang, ubi kayu, ubi rambat, labu kuning, air dan santan. Bahan rempah mulai dari merica, kayu manis, kapulaga, jintan, jahe, kunyit dan rempah lainnya. Serta bahan daun daunan, mulai dari daun kunyit, daun semangkuk, daun sikentut, daun jeruk, dauan kunyit, dan dedaunan lainnya.
Bahan rempah awalnya dicampurkan dengan bahan utama, kemudian direbus dengan api sedang. Setelah mendidih barulah dimasukkan santan dan akhirnya dedaunan.
Bubur pedas berwarna kekuningan khas warna kunyit, meskipun bernama bubur pedas, rasa bubur ini tidaklah pedas namun gurih. Mengonsumsi bubur pedas ini juga diperaya dapat meneygarkan tubuh, dan mengangatkan badan serta mengeluarkan angin yang masuk di badan.
Hajjah Khairani memasak 20 kilogram bubur pedas setiapharinya, yang dapat dikonsumsi oleh 100 orang jamaah.(BS08)
Baca Juga:
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan makanan yan
Peristiwa
beritasumut.com Dua maling handphone (HP) milik driver ojek online (ojol) ditangkap polisi usai beraksi di Jalan SM Raja, Simpang Pasar 12,
Peristiwa
beritasumut.com Komnas Perlindungan Anak (PA) menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan fisik berat terhadap seorang anak la
Peristiwa
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi empat bulan di KEK untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas penempatan kerja.
Pendidikan
beritasumut.com Direktorat Reserse (Ditres) Siber Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap praktik judi online (judol) dengan website depobo
Peristiwa
beritasumut.com Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan bersama tim gabungan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera U
Peristiwa
Menaker Yassierli meminta BPVP mengukur keberhasilan pelatihan vokasi berdasarkan jumlah alumni yang terserap di dunia kerja.
Ekonomi
beritasumut.com Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Sonny Irawan memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda S
Peristiwa
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan bersama Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara
Peristiwa
beritasumut.com HiLo melakukan olahraga bersama para komunitas lari di Kota Medan, yang sekaligus melaunching Hilo AM dan PM Protein di Nut
Olahraga