PN Medan Diminta Segera Eksekusi Klaim Nasabah PT Verena Multifinance
Diduga PT Verena Multifinance dan Pan Pacifik Insurance Sabah mengabaikan dua kali annmaning (teguran) dari Pengadilan Negeri Medan terkait
Peristiwa
Beritasumut.com-Sejumlah tradisi memasak makanan tertentu dilakukan warga di bulan puasa ini, bagi warga suku melayu di sumatera utara, bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk memasak dan menyantap bubur pedas bersama-sama.
Bubur pedas adalah makanan khas suku melayu yang hanya dibuat pada momen tertentu saja seperti acar penikan, sunatan anatu acar kenduri dan besar lainnya.
Menurut Hajjah Khairani, pembuat bubur pedas melayu, di bulan puasa, menyantap bubur pedas ini dipercaya dapat mengembalikan kesegaran tubuh yang hilang selama berpuasa. “Menyantap bubur pedas ini dipercaya bisa mengembalikan kesegaran tubuh yang hilang selama berpuasa, dan tradisi ini telah kami laksanakan sejak dari nenek-nenek kami," ujarnya, kepada beritasumut.com, Jumat (10/06/2016).
Keluarga Hajjah Khairani, kerap memasak bubru pedas saat bulan puasa, dan kini, ia dipercaya oleh pengelola Mesjid Raya Setabat untuk membuat bubur pedas sebagai makanan berbuka puasa jemaah Mesjid Raya Stabat selama bulan puasa ini.
Membuat bubur pedas tidaklah mudah, membtuhkan 100 jenis bahan dalam pembuatannya, mulai dari bahan utama beras, kentang, ubi kayu, ubi rambat, labu kuning, air dan santan. Bahan rempah mulai dari merica, kayu manis, kapulaga, jintan, jahe, kunyit dan rempah lainnya. Serta bahan daun daunan, mulai dari daun kunyit, daun semangkuk, daun sikentut, daun jeruk, dauan kunyit, dan dedaunan lainnya.
Bahan rempah awalnya dicampurkan dengan bahan utama, kemudian direbus dengan api sedang. Setelah mendidih barulah dimasukkan santan dan akhirnya dedaunan.
Bubur pedas berwarna kekuningan khas warna kunyit, meskipun bernama bubur pedas, rasa bubur ini tidaklah pedas namun gurih. Mengonsumsi bubur pedas ini juga diperaya dapat meneygarkan tubuh, dan mengangatkan badan serta mengeluarkan angin yang masuk di badan.
Hajjah Khairani memasak 20 kilogram bubur pedas setiapharinya, yang dapat dikonsumsi oleh 100 orang jamaah.(BS08)
Baca Juga:
Diduga PT Verena Multifinance dan Pan Pacifik Insurance Sabah mengabaikan dua kali annmaning (teguran) dari Pengadilan Negeri Medan terkait
Peristiwa
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Sabtu (4/7/2026) pagi kembali membongkar upaya peredaran narkotika yang dikemas dalam vape, atau yang
Peristiwa
CitraLand Tanjung Morawa kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Bedah Rumah bagi masyarakat di s
Berita
beritasumut.comKomandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Serti
Peristiwa
Putri Saraswati Dewi memohon dan berharap pihak Polrestabes Medan membebaskan suaminya (Roberto) yang saat ini masih ditahan. Ia menyatakan
Peristiwa
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara resmi menjalin kerja sama dengan Mogilev Branch of the Belarusian Chamber o
Ekonomi
beritasumut.comTransisi energi bukan sekedar peralihan dari sumber energi fosil menjadi ramah lingkungan. Sistemnya harus berkelanjutan dan
Peristiwa
puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisia
Peristiwa
Suasana di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mendadak tegang. Massa aksi Dewan Peduli Negri kali ini yang dipimpin oleh K
Peristiwa
beritasumut.com Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan p
Sosok