Selasa, 06 Oktober 2026

Pemerintah Harus Perkuat UMKM di Era MEA

Jumat, 09 Januari 2015 10:38 WIB
Pemerintah Harus Perkuat UMKM di Era MEA
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Bidang perdagangan Indonesia dinilai belum siap untuk bersaing dalam pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang sudah disepakati. Untuk itu, pemerintah harus lebih memperkuat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai pondasi perekonomian Indonesia.

"Bagaimana pun kita harus mengikut komitmen yang sudah disepakati yaitu memasuki pasar bebas MEA 2015 dan tidak bisa mengelak lagi. Siap tak siap, itu harus dihadapi. Indonesia harus siap menjadi tuan di negara sendiri," kata pengamat ekonomi dari USU M Nasir Mahmud di Medan, Kamis (8/1/2015).
  
Menurutnya, dalam menghadapi MEA, Indonesia belum siap dalam bidang perdagangan, karena produk-produk dalam negeri seperti tekstil dan industri masih kalah bersaing dengan negara-negara lain seperti Tiongkok, Malaysia, maupun Vietnam.
 
 "Indonesia penyakitnya, sudah terburu-buru baru sibuk. Sudah sakit baru berobat, tidak mau mengantisipasi. Seharusnya pemerintah memperkuat UMKM kita yang menjadi pondasi ekonomi Indonesia. Kalau tekstil, industri sudah kita kalah dengan negara lain dihantam Tiongkok, Malaysia maupun Vietnam," ujarnya.
  
Dalam persaingan produk dan harga, Indonesia masih kalah dengan luar negeri, karena harga di dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan produk impor. Hal ini disebabkan, harga pokok produksi yang mahal salah satunya bahan baku mahal, upah kerja mahal, dan tingginya biaya tak langsung.
 
"Kalaulah bahan bakunya sudah mahal, upah kerja juga mahal, biaya tak langsung seperti tarif listrik, BBM, dan lainnya naik, sudah jelas biaya produksi juga akan naik, sehingga harga jual produknya pun menjadi mahal. Ini yang membuat negara kita tidak bisa bersaing dengan negara lain, seperti Tiongkok dimana harga jual produk mereka sangat rendah," ujarnya.

Guna memperkuat pelaku UMKM di dalam negeri, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM harus banyak membantu, memberikan perhatian, baik melalui bantuan pembinaan sumber daya manusia (SDM), pemasaran, permodalan, perizinan, bahkan pengurangan pajak agar tidak mengalami high cost ekonomi dan biaya produksi bisa murah sehingga harga jual produksi pun bisa bersaing.
  
"Selama ini, penyakit utama atau kendala yang dihadapi UMKM sulit berkembang adalah pemasaran, tenaga kerjanya tidak ahli, permodalan, dan perizinan yang agak sulit. Poin-poin inilah yang perlu dibantu pemerintah kepada UMKM supaya bisa bersaing di pasar bebas Asean," sebut M Nasir yang juga sebagai Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ini. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kadin Sumut dan Pemprov Sumut Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Realisasikan Arahan Wali Kota, Kadin Medan Ajak UMKM Binaan Terjun Langsung di Bazar HUT ke-81 TNI
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dibekali Pelatihan Fotografi Produk
Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4
komentar
beritaTerbaru
hit tracker