Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi menyatakan Sumut siap menjadi etalase Indonesia bagian barat pada Tahun 2018 mendatang. Menuju kesana, sejumlah langkah telah dilakukan diantaranya penyiapan sarana dan prasarana infrastruktur sebagai pendukung laju perekonomian masyarakat.
Hal ini disebutkan Wagub Sumut usai acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pengembangan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Hotel Grand Aston, Jalan Balaikota, Medan, Sumut, Jumat (4/3/2014).
Menurut Erry, pertumbuhan ekonomi Sumut diatas 6 persen salah satu prestasi yang layak dibanggakan. Meski gitu, Sumut harus terus memacu diri agar pengangguran dapat ditekan di bawah angka 10,39 persen dan angka pengangguran di bawah 7 persen.
“Perekonomian di Sumut terus menggeliat. Apalagi dengan beroperasinya Bandara Kualanamu. Bandara terbaik di Sumut ini akan bersinergi dengan kawasan industri di beberapa kabupaten lain,” ujar Erry.
Erry optimis, Bandara Kualanamu Internasional, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke di Kabupaten Simalungun, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan pembangunan jan tol Medan menuju Tebing Tinggi akan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Sumut.
“Jika rencana pembangunan jalur keretaapi dari KEK Sei Mangke terealisasi, dapat dibayangkan mudahnya transportasi pengiriman hasil olahan CPO dan turunannya. Belum lagi keberadaan jalan tol Medan menuju Tebing Tinggi dan Medan menuju Binjai yang merupakan rangkaian proyek jalan tol Trans Sumatra, saya yakin perekonomian Sumut akan terdepan dibanding daerah lain. Itu artinya, Sumut menjadi etalase Indonesia bagian Barat. Ini luar biasa,” sebut Erry.
Lebih lanjut Erry mengatakan, seiring penyiapan sarana dan prasarana yang memadai diiringi dengan penyiapan Sumber Daya Manuasi (SDM), Sumut tidak gentar mengahadap ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan pada 2015 mendatang.
“Masyarakat tidak perlu terlalu gusar dengan perberlakuan ASEAN Economic Community Tahun 2015 mendatang, asal kita saling dukung dan mau menyiapkan diri dengan baik. ASEAN Economic Community akan memguntungkan bagi yang memiliki keunggulan dan keahlian,” tambah Erry.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, tiap kabupaten/kota di Sumut telah menyusun rencana kerja masing-masing daerah yang kemudian dirangkum menjadi rencana kerja akhir RKPD Sumut Tahun 2015.
Rancangan awal RKPD Pemprov Sumut memuat antara lain perioritas pembangunan daerah, rancangan kerja ekonomi makro dan pendanaan, indikasi program (Setingkat Kepala Pemerintah Daerah (SKPD), baik program lintas sektoral maupun lintas wilayah sesuai kaidah pelaksanaannya.
“Selanjutnya SKPD menyusun Rencana Kerja SKPD masing-masing sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD Tahun 2015 yang menjadi rancangan akhir RKPD Tahun 2015. Untuk menyempurnakan rancangan akhir RKPD tahun 2015 itu, maka digelar Musrembang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014 dalam rangka menyusun RKPD Sumut Tahun 2015,” ujar Riadil.
Lebih lanjut Riadil menyatakan, musrembang sekaligus merumuskan 9 periortas pembangunan Sumut yang menjadi visi misi program periode 2013 -2018. Salah satunya adalah perbaikan jalan provinsi 95% mulus, penyiapan dana pendidikan diatas 20% dan alokasi kesehatan diatas 10 persen APBD Sumut.
“Itu salah satu target pencapaian untuk periode 5 tahun kedepan. Untuk itu, seluruh daerah harus bersinergi dengan Pemprov Sumut dalam merealisasikan target pencapain pembangunan,” harap Riadil.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2013 yang diukur berdasarkan kenaikan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 sebesar 6,01 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 8,31 persen.
Sektor lain yang pada tahun 2013 mengalami pertumbuhan cukup tinggi yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran 7,78 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 7,60 persen, sektor bangunan 7,17 persen dan sektor jasa-jasa 7,13. Sedangkan 4 sektor ekonomi lainnya masing-masing tumbuh dibawah 6 persen.
Pencapaian pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara Tahun 2013 sebesar 6,01 persen, didukung oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang memberi sumbangan sebesar 1,47 persen. Disusul oleh sektor pertanian sebesar 0,92 persen, sektor industri pengolahan 0,82 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 0,78 persen, dan sisanya oleh kelima sektor lainnya.
Tiga sektor yang memberi kontribusi terhadap perekonomian (PDRB) Sumatera Utara Tahun 2013 cukup besar, yaitu sektor industri sebesar 21,58 persen, sektor pertanian sebesar 21,32 persen serta sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar 19,29 persen.
Berdasarkan pendekatan penggunaan, sebagian besar PDRB Sumatera Utara pada Tahun 2013 digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga yang mencapai 59,74 persen, disusul oleh pembentukan modal tetap bruto 21,57 persen, konsumsi pemerintah 9,86 persen, ekspor barang dan jasa neto 7,89 persen (ekspor barang dan jasa 42,33 persen dan impor barang dan jasa 34,44 persen), perubahan stok 0,63 persen, dan konsumsi lembaga nirlaba 0,31 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan IV tahun 2013 bila dibandingkan dengan triwulan III Tahun 2013 (q- to-q) meningkat 0,50 persen.
Bila dibandingkan dengan triwulan IV Tahun 2012 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan IV Tahun 2013 meningkat 5,83 persen.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar