Sabtu, 06 Juni 2026
Keindahan Alam dan Sejarah Perkebunan Terpadu dalam Satu Tempat

Museum Perkebunan Indonesia sebagai Destinasi Wisata yang Menginspirasi

Senin, 12 Juni 2023 19:00 WIB
Museum Perkebunan Indonesia sebagai Destinasi Wisata yang Menginspirasi
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Museum Perkebunan Indonesia yang berada di Kota Medan, menjulang sebagai monumen pertama nan mengagumkan, menawarkan perjalanan indah dalam warisan agraris negeri ini. Ruangnya terisi dengan hembusan semerbak kopi, riuhnya pohon kelapa yang merindang, dan keanggunan tanaman eksotis, semuanya bersatu mempesona para pengunjung, menyingkap pesona alam dan sejarah megah perkebunan Indonesia.

Lewat kumpulan harta berlimpah berupa peninggalan sejarah, citra yang memukau, serta gambar-gambar tersaji, museum ini menghidupkan pembacaan perjalanan perkebunan dari zaman pemerintahan penjajah hingga zaman modern, menggerakkan pemahaman dan penghormatan pada keperluan utama pertanian dalam memperkuat kemakmuran negara Indonesia.

Sejarah tercatat dalam rindu-rindu masa lalu, ketika kegelisahan menggerayangi hati seorang Soedjai Kartasasmita (seorang tokoh perkebunan Indonesia yang sekarang berusia 98 tahun), keinginan mempersembahkan perjalanan perkebunan Indonesia pada lapisan jiwa bangsa tak terbendung. Ide-ide itu mulai merayap dalam benaknya sejak 2015, bersamaan dengan berlalunya waktu, pada 2016, karya titisan semesta tercipta dalam Museum Perkebunan Indonesia yang menjulang gagah di Kota Medan, terpahat di Jalan Brigen Katamso No.53.

Pengelolaan Museum Perkebunan Indonesia ini berada di bawah naungan Badan Yayasan, Museum Perkebunan Indonesia menjadi pelopor yang menjalin tatap muka dengan Pemerintah, bahkan ketika saat ada acara atau peristiwa pun pihak pemerintah setempat menghampirinya. Terdaftarlah museum ini pada Dinas Pariwisata Kota Medan, bagai kaki langit yang mengamini seruan, membantu memperjuangkan pelangi harapan agar Museum tersebut terpandang sebagai tempat yang wajib dijangkau para pelancong ketika melangkahkan kaki di Kota Medan.

“Seperti suara angin berbisik di telinga, bukan hanya merayu popularitas Museum, Dinas Pariwisata pun menorehkan dukungan saat sinar pagelaran melingkar dalam panggung cahaya, melalui persembahan bakat-bakat gemilang, seperti penari dan pemusik yang menari di dalam kepeloporan Museum Perkebunan,” ujar Staf Pengelola Museum (27).

Setiap hari, museum ini beroperasi, menyapu jalan yang sama, sebab niat sejati museum itu sendiri untuk mencerdaskan rakyat, tanpa pandang bulu, lokal atau datang dari negeri tetangga. Hatinya bertujuan untuk anak-anak dan murid-murid yang jelita, menjadi target abadi yang diidamkan oleh Perkebunan yang disebut Museum ini.
Melalui jendela harapan, Museum Perkebunan Indonesia memimpin peran memukau, mengisahkan dunia dalam pelukan pemandu yang bijak, merangkai simpul pengetahuan dalam pelataran Museum. Bagi buah hati sekolah yang tiada terhingga, undangan kerap dikirimkan kepada sekolah-sekolah yang bertapak di Kota Medan.

"Kita menawarkan kunjungan ke Museum. Apalagi saat ini, sistem kurikulum sekolah Merdeka, seorang pendidik juga harus memberikan pembelajaran di luar sekolah. Nah, salah satu tempat untuk belajar di luar sekolah adalah dengan berkunjung ke Museum,” ujar Staf Pengelola Museum Perkebunan Indonesia.

[br] Seiring senandung cahaya, Museum Perkebunan Indonesia tak berdiam diri, berpadu dalam harmoni dengan perkebunan kelapa sawit, sinergi menciptakan pesona edukasi untuk para pelajar di kunjungannya. "Mereka membuka dunia eduwista, di mana cokelat dan lilin lahir dari sang pohon kelapa sawit, tak sekedar sejarah perkebunan yang dipelajari anak-anak di Museum, namun ketika pembelajaran usai, mereka diundang untuk menciptakan dan melihat hasil tanaman perkebunan yang sangat menawan,” tambahnya.



Sebagai garda abadi, Museum Perkebunan Indonesia membuka pintu hati, mempersembahkan tempat terbuka bagi pengunjung untuk menuangkan pesan, kisah yang tergores di dinding pengelola. Dari coretan pengunjung, timbul tanggung jawab besar untuk pengelola berbenah, merajut perubahan demi kebaikan museum, sementara tetap setia pada cahaya sejarah yang mengalir.

Seiring tata administrasi yang memesona, tak heran jika Museum Perkebunan Indonesia terus mengembang, menjelma menjadi ikon yang mempesona di tanah air, mengilhami wilayah-wilayah lain untuk menyulam benang edukasi perkebunan di Nusantara, misalnya di Bumi Bogor. Museum Perkebunan Indonesia di Kota Medan mengalami kemajuan yang tak terbantahkan, terlihat jelas dengan lahirnya Museum Perkebunan Indonesia kedua di tanah ini pada tahun 2018, dua tahun setelah lahirnya Museum Perkebunan Indonesia pertama, dan saat ini, sedang merangkai mimpi pembangunan Museum Perkebunan Indonesia ketiga di Tanah Jawa Timur, yang melegenda dengan kebesaran perkebunan tebu, manisnya gula di wilayah yang terpahat indah.

Pada dedaunan harapan, pengelola Museum Perkebunan Indonesia memandang, bahwa sebuah museum tak semata keinginan untuk belajar, melainkan keperluan untuk merangkai makna hidup. "Sebagai pengelola, kami berharap Museum ini dapat berdiri tegak hingga tahun-tahun yang terhampar, menjadi kebutuhan dalam jiwa masyarakat dan untuk setiap orang yang datang dan menginjakkan kakinya ke Museum ini,” seru Staf Pengelola Museum Perkebunan Indonesia.

Sebagai petir menyambar, Museum Perkebunan Indonesia di Kota Medan tak sekadar magnet wisata, melainkan pusat pengetahuan yang menyeru generasi muda, menggelorakan semangat mereka untuk terlibat dalam merajut kebun di masa yang bakal tiba.*

*Tulisan ini Dibuat Oleh Amelia Sriandini, Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Baca Juga:
Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Pemko Berharap Raker IV PHRI Sumut Lahirkan Progam Kolaboratif Wujudkan Medan Kota Ramah Wisata
Jalan Sengaja Dirusaki Oknum Pemuda Setempat, Warga dan Pengunjung Destinasi Wisata Pamah View Protes
Ajak PKK Sumsel ke Danau Toba, PKK Sumut Harapkan Promosikan Keindahannya
Dukung Peningkatan Pariwisata, Pj Sekda Medan Ingin Sipkomen Terus Dikembangkan
 Promosikan "Ayo ke Siantar": Walikota Pematangsiantar Resmikan Display Becak Siantar di Bandara Kualanamu
Sumut Promosikan Investasi Potensial kepada Sembilan Negara Ini
komentar
beritaTerbaru
hit tracker