Sabtu, 18 April 2026

PKPA dan BNKP Nias Terbitkan Buku Perlindungan Anak Berdasar Agama Kristen Protestan

Jumat, 20 Juli 2018 18:30 WIB
PKPA dan BNKP Nias Terbitkan Buku Perlindungan Anak Berdasar Agama Kristen Protestan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bekerjasma dengan Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) telah  menertbitkan buku saku Reunungan Perlindungan Anak Berdasar Agama Kristen Protestan di Nias.
 
Direktur Eksekutif PKPA, Keumala Dewi mengatakan buku tersebut disusun sejak tahun 2015 dan baru rampung pada 2018. Menurut Keumala, baik PKPA maupun dari pihak BNKP memerlukan waktu penyusunan buku tersebut sehingga sesuai dengan konteks hak-hak anak dan perlindungan anak maupun konteks agama Kristen Protestan di Pulau Nias. “Team penyusun buku dari PKPA konsennya pada aspek hak-hak anak dan perlindungan anak, sementara team penyusun dari Banua Niha Keriso Protestan Nias dari aspek agama Kristen Protestan di Nias. 
 
Dalam penyatuan kedua aspek inilah kami memerlukan waktu untuk menyusunnya” jelas Keumala Dewi, Jumat (20/07/2018). Lebih lanjut, Keumala Dewi, memaparkan inisiasi penyusunan buku tersebut didasarkan bahwa merujuk situasi perlindungan anak sekarang, sangat diperlukan upaya-upaya berbagai pihak untuk secara bersama-sama membangun kesadaran untuk meningkatkan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di Pulau Nias. “Pengalaman PKPA bekerja lebih dari 15 tahun di Pulau Nias menemukan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencegah eksploitasi anak dari aspek ekonomi, khususnya pekerja anak, tidak cukup hanya dengan memberikan layanan bantuan hukum, pelatihan keterampilan maupun penguatan ekonomi bagi keluarga pekerja anak,” papar Keumala Dewi.
 
“Masyarakat Nias mayoritas beragama Kristen dan posisi pengutua agama sangat dihormati dan memiliki nilai yang cukup tinggi di masyarakat. Setiap hari Minggu, setidaknya ada 250 jemaat menghadiri kebaktian di gereja-gereja di Kepulauan Nias, sehingga dengan memberikan panduan ini kepada para pendeta dan guru jemaat, diharapkan pesan peningkatan perlindungan anak terus meningkat dalam kehidupan bermasyarakat di Nias” tambah Keumala Dewi.
 
Sementara Ephorus Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP), Pdt Tuhoni Telaumbanua PhD, mengatakan bahwa anak merupakan Imago Dei (gambar Allah) yang merupakan harta pusaka Allah yang dipercayakan pada manusia. Sehingga Allah memanggil dan mewajibkan setiap keluarga untuk merawat dan menghidupi cinta kasih dalam keluarga. “Keluarga merupakan sekolah cinta-kasih bagi anak. Keluarga adalah benteng bagi anak di tengah gemuruh dan keganasan dunia ini. Rumah adalah istana yang menyediakan damai sejahtera yang menampakkan suasana surga dan bukan neraka. Ayah dan ibu menjadi sahabat, guru, idola, kebanggaan dari anak-anak. Oleh karenanya rancangan Allah bagi setiap keluarga adalah rancangan damai sejahtera” jelas Pdt Tuhoni Telaumbanua, mengenai pandanganannya dari aspek agama.
 
Menurut Pdt Tuhoni Telaumbanua, buku saku tersebut sangat bermanfaat bagi setiap umat dan setiap keluarga dalam mendampingi, membimbing, mendidik dan mengasuh anak berdasarkan iman Kristen. “Kami menghimbau seluruh umat percaya untuk tekun membaca, merenungkan, menghayati dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari, karena Tuhan Yesus berkata biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” imbuh Ephorus yang juga sekaligus editor buku saku tersebut.
 
Manajer PKPA Kantor Cabang Nias, Chairidani Purnamawati, di ruang kerjanya di Gunungsitoli mengatakan, buku tersebut mereka terbitkan khusus kepada para rohaniwan agama Kristen sebagai materi pendukung khotbah di gereja-gereja. “Namun secara umum buku ini dapat digunakan tokoh-tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan mulai dari tingkat desa, kecamatan sampai tingkat kabupaten/kota di Pulau Nias sebagai sumber informasi dalam pendidikan keluarga dan masyarakat tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
 
“Adanya buku perlindungan anak ini, maka peran para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta semua pihak dalam mengimplementasikan perlindungan anak di tingkat komunitas semakin meningkat dan masif,” harap Chiridani Purnamawati.
 
Mengenai tindak lanjut setelah penerbitan buku tersebut, menurut Chairidani, pada 30-31 Juli 2018 mendatang PKPA akan melakukan Training od Trainer (TOT) tentang cara pemanfaatan buku saku dimaksud kepada para pendeta, tokoh agama, guru jemaat, utamanya di daerah dampingan PKPA Nias yakni Nias Utara dan Kota Gunungsitoli.
 
“Melalui ToT tersebut diharapkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait tentang perlindungan anak secara agama Kristen Protestan dapat meningkat” ujarnya, seraya menambahkan bahwa selain ToT kepada para pendeta dan tokoh agama, PKPA Nias juga akan melakukan ToT serupa kepada para mitra penggiat perlindungan anak di Pusat Pengembangan Anak (PPA) BNKP Hosiana pada Agustus mendatang, dengan trainer kedua TOT adalah pimpinan sinode BNKP sendiri.
 
Bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang tertarik memperoleh buku tersebut, dapat mengajukan permintaan secara tertulis kepada PKPA Indonesia, di Jalan Abdul Hakim No. 5-A Pasar I Setia Budi, Medan, atau mengunjungi website PKPA di www.pkpaindonesia.org. (Ditulis oleh Sulaiman Zuhdi Manik, Koordinator Media dan Publikasi Yayasan PKPA)

Tags
beritaTerkait
Wujudkan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemko Binjai Bersama PA Kota Binjai Laksanakan Penandatanganan Kerjasama
Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai
Pemprov Sumut Selidiki Kasus Dugaan Penyiraman Air Panas ke Anak
Pj Gubernur Sumut Kirimkan Tim dan Bantuan untuk Anak Korban Kekerasan di Nias Selatan
Menbud Fadli Zon Harapkan Warga Aceh Jaga Harmoni Budaya dan Agama
MK Tegaskan Perkawinan di RI Harus Berdasarkan Agama atau Kepercayaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker