Jumat, 24 April 2026

Pesawat N219 Buatan Anak Bangsa Akan Jalani Wing Static Test

Minggu, 05 Maret 2017 13:30 WIB
Pesawat N219 Buatan Anak Bangsa Akan Jalani Wing Static Test
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kemajuan suatu bangsa terletak dari kemajuan industri dirgantaranya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pulau yang banyak dan tersebar. Untuk menghubungkan masyarakat diberbagai daerah tersebut, maka dari itu dibutuhkan moda transportasi yang memadai dan terjangkau.
 
Pesawat N219 merupakan pesawat dengan kapasitas 19 penumpang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi Civil Aviation Safery Regulation (CASR) Part 23. Ide dan desain dari pesawat dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan pengembangan program dilakukan oleh PT DI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
 
Pesawat N219 telah melakukan berbagai pengujian, misalnya electrical grounding bonding test, leak test dan cleaning test di fuel tank, untuk memastikan tidak adanya kebocoran, selain itu telah dilakukan pengujian landing gear drop test dan electrical power test.
 
Selanjutnya, N219 akan melakukan Wing Static Test. Merupakan sebagian dari syarat-syarat teknis sebelum terbang perdana dapat dilaksanakan. Terbang perdana sebuah pesawat baru merupakan sebuah proses engineering di mana pesawat baru dapat diterbangkan apabila seluruh syarat dan permasalahan teknis telah dipenuhi.
 
Wing static test merupakan pengujian struktur sayap pesawat N219 diberi beban limit mencapai 100% bahkan hingga ultimate atau dipatahkan untuk melihat kekuatan maksimum yang dapat ditahan oleh sayap pesawat N219.
 
“Wing Static Test bisa jadi bahan evaluasi re-desain atau melakukan weight reduction, karena kalau lebih dari ultimate belum patah, artinya terlalu kuat kolerasinya terlalu tebal, dampaknya berat, sehingga kita akan mempertipis lagi,” kata Palmana Banandhi, Chief Engineering N219 dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Minggu (04/03/2017).
 
Sementara itu, saat mengunjungi langsung rancangan N219, Menristekdikti berpesan untuk menetapkan harga yang kompetitif dengan melihat siapa kompetitor pesawat ini. Diperlukan momentum yang tepat untuk memperkenalkan pesawat ini ke pasar.
 
"Setelah terbang perdana, nantinya kedua prototype yang dibuat harus melakukan 300 jam terbang Flight Test yang diperlukan agar memberikan bukti akan keselamatan penumpang sesuai yang disyaratkan dalam regulasi," jelas Menristekdikti Mohamad Nasir. (BS02) 
 

Tags
beritaTerkait
Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik
Pemerintah Kasih Diskon Tiket Pesawat Lebaran 13-14%, Berlaku 2 Minggu
Pemerintah Terus Bahas Diskon Tiket Pesawat Momen Libur Lebaran
KSAU: 6 Pesawat Rafale Datang Tahun Depan, Homebase di Pekanbaru
Pesawat Terbakar di Bandara Busan Korsel, 176 Orang Dievakuasi
Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker