Senin, 20 April 2026

Indonesia Bawa Dua Piala di Kompetisi Roket Air Internasional 2016

Minggu, 20 November 2016 12:45 WIB
Indonesia Bawa Dua Piala di Kompetisi Roket Air Internasional 2016
BERITASUMUT.COM/IST
Kompetisi Roket Air Internasional 2016 di Filipina.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dua siswa Indonesia berhasil membawa pulang piala dalam Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) 2016 yang diselenggarakan di University of the Philippines Los Baños, Filipina, pertengahan November 2016. Keduanya adalah Bayu Dwi Tjahyono, siswa SMPN 5 Kebumen yang berhasil menyabet juara kedua dan Alfian Pebriansyah siswa SMKN 4 Pontianak yang berhasil meraih juara ketiga. 
 
Dalam ajang yang rutin digelar oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) sejak tahun 2005 ini, sebanyak 54 peserta saling unjuk kreativitas dan keterampilan untuk mengalahkan para pesaingnya dari 13 negara berbeda, yakni Bangladesh, China, India, Jepang, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Nepal, Pakistan, Singapura, Srilanka, Thailand dan Vietnam.
 
Berbekal perhitungan yang cermat dalam mengkombinasikan sudut elevasi roket pada peluncur, jumlah tekanan yang dipompakan, dan jumlah air yang ditambahkan ke dalam botol, membuat roket yang didesain oleh Bayu dan Alfian mencapai titik target 80 meter dari lokasi peluncuran. Faktor angin kencang yang sempat diprediksi akan menghambat laju roket, ternyata justru dapat dimaksimalkan sehingga roket mencapai titik target.
 
Dilansir dari laman resmi dikti.go.id, para peserta yang mewakili Indonesia dalam KRAI 2016 ini telah melalui tiga tahap seleksi sebelumnya, yakni Kompetisi Roket Air Tingkat Regional yang dilaksanakan oleh science center atau institusi yang telah bekerjasama dan ditunjuk oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), sebagai institusi pelaksana kegiatan roket air tingkat regional. 
 
Pemenang dari masing-masing kompetisi tingkat regional ini kemudian mengikuti seleksi tingkat nasional, yakni pada Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2016, yang digelar di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, pada Oktober lalu. Para pemenang dari KRAN 2016 inilah yang berhak mengikuti KRAI 2016 di Filipina.
 
Sebelum keberangkatan menuju Filipina, para peserta dari Indonesia yang berjumlah 6 orang ini mendapat pembekalan materi dan bimbingan teknis di PP Iptek dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pembekalan intensif ini bertujuan agar kemampuan siswa semakin terasah dalam membuat dan memperhitungkan daya luncur roket.
 
Kompetisi roket air sendiri merupakan ajang adu kreativitas di bidang teknologi kedirgantaraan dimana roket air digunakan sebagai salah satu medianya, dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan minat, kreativitas dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan. 
 
Dalam kompetisi ini, peserta beradu keterampilan dalam mendesain dan meluncurkan roket air berdasarkan zona sasaran yang sudah ditentukan, mengacu pada aturan yang berlaku pada kompetisi tingkat internasional. PP Iptek sebagai science center pertama di Indonesia dan salah satu wahana pembelajaran iptek bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan visi dan misi yang diembannya.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik
Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah
Piala AFF 2024: Bekuk Filipina 3-1, Thailand Melaju ke Final
Kalah dari Filipina, Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2024
Jadwal Indonesia vs Filipina di Piala AFF 2024 Malam Ini
Indonesia Vs Filipina: Menanti Pembuktian Para Striker Garuda
komentar
beritaTerbaru
hit tracker