Sabtu, 08 Agustus 2026

Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi

Senin, 22 Juni 2026 16:25 WIB
Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi
BERITASUMUT.COM/IST
Mega Eulina, Road Traffic Control Elnusa Petrofin.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com- Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan pengemudi mobil tangki. Tepat pukul 01.15 WIB seorang kepala rumah tangga yang juga penyalur energi agar tetap menyala, pria berusia 40 tahun ini tetap terjaga membelah jalan lintas Sumatera yang mulai lengang. Pria itu bernama Dhika. Ia masih berada di balik kemudi mobil tangki. Lampu kendaraan membelah gelap malam, sementara suara mesin menjadi teman sepanjang perjalanannya.

Di dalam kabin, hanya ada dua orang, dirinya dan seorang kondektur yang turut membersamainya menghantarkan pasokan energi untuk hajat hidup banyak orang. Namun sebenarnya mereka tidak benar-benar sendirian. Dari speaker kendaraan, sebuah suara perempuan menyapa.

"Posisi aman, Pak?"

Baca Juga:

Dhika tersenyum.

Kadang sapaan itu terdengar seperti pengingat. Kadang menjadi teman berbincang singkat ketika rasa kantuk mulai datang. Di tengah perjalanan panjang yang bisa memakan waktu berjam-jam, suara dari ruang kendali itu membuat mereka merasa ada seseorang yang ikut menemani perjalanan.

Baca Juga:

Suara khas yang mengudara itu milik Mega Eulina. Perempuan muda berdarah Karo yang bekerja sebagai Road Traffic Control (RTC) di Elnusa Petrofin.

Meski tidak bekerja di jalan yang sama, keduanya terhubung dalam satu misi yakni memastikan energi sampai ke tujuan dengan aman.

Jika Dhika bekerja di balik kemudi, maka Mega bekerja di balik layar.

Di sebuah ruang kendali yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam, Mega memantau pergerakan armada distribusi energi melalui deretan monitor yang menampilkan puluhan titik bergerak secara real time.

Dalam satu shift, ia bertanggung jawab mengawasi 33 armada mobil tangki. Namun sebenarnya yang ia jaga bukan sekadar kendaraan. Di balik 33 armada itu terdapat 66 pekerja lapangan yang terdiri dari pengemudi dan kernet yang menempuh perjalanan panjang berpuluh-puluh bahkan ratusan kilometer.

Tugas tersebut dijalankan melalui sistem kerja bergilir. Shift pagi dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, shift sore pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB, dan shift malam pukul 23.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Ketika orang-orang sudah terlelap, Mega justru harus menjaga penuh konsentrasinya. Menjaga, mengatur, dan berkoordinasi dengan Awak Muat Tangki (AMT) memastikan prosesnya pendistribusian energi berjalan aman.

"Terkadang saat saya mendapatkan shift malam yang mengharuskan berangkat jam 11 malam ada rasa khawatir dan takut juga sih saya sebagai perempuan. Apalagi kalau shift sore pulangnya jam 11 malam, saya pengguna transportasi umum itu cukup ada kesulitan, jadi saya sering minta tolong nebeng pulang bareng teman," ungkap Mega.

Di ruang kendali itu, telepon pribadi tidak diperbolehkan masuk. Seluruh komunikasi hanya menggunakan perangkat kantor. Tidak ada media sosial, tidak ada gangguan dari luar. Fokus mereka hanya satu yakni memastikan distribusi energi berjalan aman.

"Kadang yang paling berat itu menahan kantuk saat shift malam dan rasa kangen kumpul bareng keluarga waktu hari libur, apalagi saya pergi merantau," ujar perempuan asal Kabupaten Karo itu.

Artinya, distribusi energi tidak pernah benar-benar berhenti. Termasuk saat malam hari, libur, bahkan ketika cuaca buruk melanda.

Di hadapannya, layar-layar monitor menampilkan informasi yang terus bergerak. Mulai dari posisi kendaraan, kecepatan, kondisi pengemudi, durasi berhenti, hingga berbagai peringatan yang muncul secara real time.

Bagi sebagian orang, itu hanya data perjalanan armada. Namun bagi Mega, setiap titik memiliki wajah. Ada AMT yang berjuang untuk kehidupan keluarga sebagai tulang punggung, sedang menabung untuk biaya kuliah, dan beragam lainnya dengan satu visi misi memastikan pasokan energi tercukupi untuk khalayak.

Transformasi digital telah mengubah cara distribusi energi dilakukan. Mobil tangki tidak lagi hanya menjadi kendaraan pengangkut bahan bakar. Di dalamnya terpasang berbagai perangkat yang membuat armada mobil tangki menjadi lebih cerdas mulai dari GPS Tracking dan CCTV.

GPS memungkinkan pergerakan kendaraan dipantau secara langsung. Kamera pengawas merekam aktivitas selama perjalanan. Bahkan, setiap dashboard mobil tangki juga dilengkapi kamera pengawas dengan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu mendeteksi berbagai kondisi yang berpotensi membahayakan.

Mulai dari pengemudi yang mengantuk atau menguap (yawning detection), deteksi kelelahan (fatigue detection), peringatan tidak mengenakan sabuk pengaman (seatbelt detection), hingga perilaku tidak aman seperti pengereman mendadak atau manuver berisiko.

Ketika alarm berbunyi, Mega segera mengetahui apa yang terjadi.

Jika seorang pengemudi menguap terlalu sering, sistem akan memberikan peringatan. Kendaraan berhenti terlalu lama di lokasi yang tidak semestinya, titik merah akan muncul di layar. Perilaku berkendara yang dianggap berisiko, ruang kendali langsung terhubung dengan armada melalui speaker kendaraan.

Teknologi membantu mendeteksi, tetapi keputusan tetap berada di tangan manusia.

"Tiap saat saya memantau, bahkan sebelum mobil tangki dan AMT bergerak dari depot ke pom bensin itu semua di cek dengan berkoordinasi bersama petugas lapangan. Jika di perjalanan menemukan ada yang janggal, kami langsung menghubungi mereka," jelas Mega.

Pekerjaan ini relatif baru. RTC mulai diperkuat sebagai bagian dari transformasi digital distribusi energi yang dijalankan perusahaan ini sejak 2024. Kehadirannya menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan, mencegah penyimpangan distribusi, sekaligus memastikan pasokan energi tetap sampai ke tujuan secara tepat waktu.

Peran itu membuat Mega menjadi bagian dari wajah baru distribusi energi nasional yang semakin mengandalkan teknologi.

Di masa lalu, perjalanan armada distribusi lebih banyak bergantung pada laporan dari lapangan.

Kini situasinya berbeda. Teknologi memungkinkan setiap pergerakan armada dipantau secara langsung dari ruang kendali.

Layar monitor di depan Mega menampilkan posisi kendaraan melalui sistem GPS. Kamera pengawas di dalam kabin mengirimkan rekaman secara real time. Sementara sistem berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membantu mendeteksi berbagai potensi risiko selama perjalanan.

Pernah suatu ketika sebuah armada mobil tangki berhenti cukup lama di wilayah yang minim penduduk. Layar monitor menunjukkan sesuatu yang tidak biasa. Mega mencoba menghubungi pengemudi.

Alih-alih menerima penjelasan, ia justru mendapatkan respons yang keras. Pengemudi tersebut tidak terima karena merasa dicurigai.

Sebagai perempuan muda yang sebagian besar berinteraksi dengan pengemudi laki-laki yang lebih senior, situasi seperti itu bukan hal mudah.

Situasi itu terkadang membuatnya harus mengumpulkan keberanian ketika memberikan teguran.

"Terkadang ada rasa takut juga saat harus menegur. Apalagi didominasi laki-laki dan usianya jauh diatas saya bahkan ada yang seusia dengan orang tua saya," kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Hasil pemeriksaan berikutnya membuktikan kejanggalan yang ditemukan Mega tersebut beralasan.

Bagi Mega, kejadian itu menjadi pengingat menjaga distribusi energi tidak hanya membutuhkan teknologi yang canggih, tetapi juga keberanian untuk mengambil keputusan yang benar.

Namun tugas tetap harus dijalankan. Ia percaya apa yang dilakukan dan dijalankan ini demi keselamatan dan kepentingan yang lebih besar.

Meski demikian, keberadaan Mega bukan lagi sesuatu yang langka.

Industri energi yang selama bertahun-tahun identik dengan pekerjaan laki-laki mulai menunjukkan perubahan. Sejak 2024, proporsi pekerja perempuan di Elnusa Petrofin naik dari 14,7 persen menjadi 15,5 persen pada kuartal I 2026.

Angka itu mungkin terlihat kecil. Namun di balik persentase tersebut terdapat perempuan-perempuan yang kini tidak hanya bekerja pada fungsi administrasi dan pendukung, melainkan juga mengambil peran strategis dan operasional yang berkaitan langsung dengan rantai distribusi energi nasional.

Setiap malam, ketika puluhan armada bergerak membawa energi ke berbagai wilayah, ia menjadi bagian dari sistem yang memastikan perjalanan itu berlangsung aman.

Di balik setiap kendaraan yang bergerak di layar monitor, ada manusia dengan cerita masing-masing. Ada ayah yang sedang mencari nafkah, pekerja yang menghabiskan malam jauh dari keluarga, orang-orang yang memastikan bahan bakar tetap tersedia bagi masyarakat.

Salah satu sosok yang paling diingat Mega adalah seorang AMT berusia lanjut yang sering dia pantau. Karena faktor usia tua, ia kerap memberi perhatian lebih kepada AMT tersebut. Sesekali mereka berbincang melalui sistem komunikasi kendaraan.

"Beliau usianya sudah sangat tua bahkan kalau menurut saya sudah layak pensiun dan istirahat di rumah. Kami sempat ada obrolan singkat saat menemani beliau di perjalanan, ia tulang punggung keluarga," ungkap Mega pilu.

Sesekali mereka berbincang melalui sistem komunikasi kendaraan. Percakapan itu tidak panjang. Namun ada satu pesan yang terus diingat Mega hingga sekarang.

"Sampai detik ini, saya selalu inget banget pesan beliau katanya gini, 'Bekerjalah dengan tulus. Banyak pengemudi di jalan yang menjadi tulang punggung keluarga'. Meski obrolan kami tuh singkat, sampai sekarang itu berkesan banget," sebutnya.

Pesan tersebut membekas dalam ingatan Mega.

Beberapa waktu kemudian, kabar buruk datang.

Pada akhir November 2025, hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah Sumatra. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami banjir serta longsor yang menyebabkan berbagai akses jalan terputus.

Di tengah situasi tersebut, distribusi energi tetap harus berjalan. Salah satu armada yang bergerak menuju Aceh adalah kendaraan yang dikemudikan pria tersebut.

Dalam perjalanan, armada itu dilaporkan hanyut akibat banjir. Saat menerima kabar tersebut, Mega mengaku syok. Ia berulang kali menanyakan kondisi pengemudi itu kepada rekan-rekannya.

"Saya sedih sekali waktu mendengarnya. Kayak gak percaya aja gitu pas denger kabar buruk menimpa beliau yang sempat ngobrol dan ngasih nasihat ke saya. Itu sedih banget," kata Mega mengingat momen yang pernah terjadi.

Padahal mereka tidak pernah bertemu secara langsung. Hubungan yang terjalin hanya melalui suara dan perjalanan yang dipantau dari balik layar. Namun kedekatan itu terasa nyata.

Beruntung, pengemudi tersebut berhasil selamat dan menjalani pemulihan sebelum kembali bekerja.

Peristiwa itu membuat Mega semakin memahami makna pekerjaannya. Yang dia jaga bukan sekadar armada. Melainkan kehidupan manusia yang berada di baliknya.

Menjelang akhir shift malam, puluhan titik masih bergerak di layar monitor. Sebagian mendekati tujuan dan sebagian lagi baru memulai perjalanan.

Di luar sana, para AMT terus melaju menembus jalan panjang, cuaca yang tak menentu, serta berbagai tantangan distribusi energi di lapangan.

Sementara di ruang kendali, Mega tetap terjaga. Ia mengawasi, mendengar, dan sesekali menyapa.

Transformasi digital mungkin telah menghadirkan GPS, kamera pengawas, kecerdasan buatan, serta sistem komunikasi real time yang membuat distribusi energi menjadi semakin aman dan efisien.

Namun pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Menjaga nadi energi tetap mengalir adalah manusia-manusia yang saling menjaga satu sama lain. Ada pengemudi yang mengantar energi hingga ke pelosok, kernet yang menemani perjalanan panjang, dan ada seorang perempuan muda di ruang kendali yang memastikan mereka semua dapat kembali pulang dengan selamat.

Karena di balik setiap tetes energi yang sampai ke masyarakat, selalu ada perjalanan panjang yang dijaga dengan penuh kepedulian demi kebermanfaatan khalayak manusia. (*)

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Pena Petrofin Awards 2026

Tags
beritaTerkait
Perempuan dan Paradoks Transisi Energi di PLTA Batang Toru
Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut
Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau
Pertamina Sumbagut Perkuat Keandalan Distribusi Energi, Dorong Penggunaan Lebih Bijak
Hadapi Arus Balik, Pertamina Sumbagut Perkuat Layanan dan Ketersediaan Energi
Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker