KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com-Filosofi keberadaan polisi dapat dilihat dari aspek filsafati yakni aksiologi, epistimologi dan ontologi.
Aspek ini dimaksudkan untuk mengetahui kenapa dan untuk apa ada polisi, secara filsafati akan ditemukan kedudukan dan peran polisi yang pada hakekatnya adalah sebagai “wasit yang adilâ€, bukan sebagai alat (tool) kekuasaan dan kelompok serta bukan ditujukan untuk mencari keuntungan (no politic, no clique, no profit) yang dalam arti bahwa polisi merupakan sarana Negara untuk rekayasa sosial (social engineering).
Sejarah organ dan fungsi polisi di Nusantara dapat diidentifikasi sebagai berikut: Pertama, fungsi kepolisian telah ada sebelum lahirnya Negara Republik Indonesia.
Kedua, kepolisian bercorak rule appointed police yang artinya kepolisian lebih cenderung digunakan untuk kepentingan penguasa dan kin police yang artinya kepolisian berkembang secara kontekstual dan lokalitas.
Ketiga, kepolisian bertugas untuk kepentingan politik kerajaan dalam menjaga keamanan dan keteraturan warga.
Perkembangan selanjutnya pada era globalisasi dan demokratisasi yang ditandai dengan legitimasi publik (public legitimacy) dan public consent yang menekankan pada kekuasaan ditangan rakyat maka orientasi kepolisian dituntut sebagai institusi Negara yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan kepuasaan masyarakat.
Hal ini menuntut Polri di dalam pelaksanaan tugas di bidang Harkamtibmas dan Kamdagri harus profesional untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Upaya Polri dalam mewujudkan profesionalisme dan membangun kepercayaan masyarakat pada hakekatnya telah dirumuskan oleh pimpinan Polri sejak dahulu dan dikuatkan kembali pada saat ini oleh Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis untuk terwujudnya Polri yang makin profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).
Berdasarkan pada arah kebijakan pemerintah yang menjadi acuan bagi arah kebijakan Polri, dan dihadapkan pada berbagai tantangan, permasalahan, tuntutan, harapan masyarakat, serta beberapa program pimpinan polri sebelumnya yang dapat dicontohkan pada saat kepemimpinan Bapak Jenderal Awaluddin Djamin telah memprogramkan kemandirian dan profesionalisme Polri yang didukung dengan pengimplementasioan polisi sipil.
Selain itu, program pimpinan Polri sebelumnya terkait reformasi birokrasi Polri yang menekankan pada tiga masalah sentral yakni: interumental, struktural dan kultural dengan harapan terjadinya paradigma baru Polri di dalam pelaksanaan tugas Kepolisian.
Menurut Chairuddin Ismail di dalam bukunya Polisi Sipil dan Paradigma Baru Polri (Kumpulan Naskah Bahan Ceramah), Penerbit PT Merlyn Lestari, Jakarta, 2009 hal 4, bahwa Polri dalam rangka mewujudkan Polri yang modern maka Polri telah melakukan perubahan dari paradigma lama di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya menjadi paradigma baru yaitu Polisi Sipil.
Paradigma baru Polri yang lebih berorientasi pada masyarakat sipil, memerlukan model kepemimpinan yang tepat, terutama dalam rangka menghadapi permasalahan- permasalahan nasional yang serba kompleks agar terwujudkan good governance dan clean governance serta permasalahan global yang serba tidak pasti adalah dengan mengedepankan konsepsi “Civilian Police†yaitu polisi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat (citizenry, civil right). Paradigma baru Polri secara terminologi diartikan sebagai frame of thingking (kerangka pikir) yang tidak bisa dilepaskan dari attitude (sikap) dan behaviour (perilaku).
Jika paradigma diumpamakan sebagai bingkai kacamata maka sikap adalah lensanya dan perilaku adalah apa yang terkait dengannya. Sikap berperan sebagai kerangka pilar, sedangkan perilaku adalah bangunan yang merupakan implemetasinya.
Paradigma adalah hasil dari suatu proses pembelajaran. Paradigma tidak berubah seketika namun ia dapat digeser (shifting paradigm). Pergeseran paradigma dapat berlangsung secara sukarela melalui proses pembelajaran dapat juga berlangsung secara terpaksa yang diawali oleh peristiwa yang traumatis.
Artinya bahwa paradigma bukanlah sekedar perubahan teknologi, struktur kerja tetapi suatu perubahan cara berpikir kepemimpinan Polri.
Hal inilah yang seharusnya mendasari perubahan perilaku kepemimpinan Polri di dalam mengimpelementasikan perubahan paradigma baru Polri.
*Ditulis Kompol Roni Bonic SIK MH (Pasis Sespimen Dikreg 60)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi