Rabu, 06 Mei 2026

Mengenal Sisi Lain dari Edy Rahmayadi

Kamis, 24 Mei 2018 01:15 WIB
Mengenal Sisi Lain dari Edy Rahmayadi
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Tempahan selama 33 tahun sebagai prajurit Angkatan Darat pasca lulus dari AKABRI Tahun 1985 menjadikan Letjen Purn Edy Rahmayadi menjadi sosok yang tegas dan berani dalam bersikap. Khususnya yang berkaitan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
 
Di tahun 2018 Edy harus rela mengubur cita-citanya untuk mencapai pangkat tertinggi di angkatan darat. Jenderal bintang tiga ini menanggalkan pangkat dan jabatannya hanya karena tak rela melihat kampung besarnya, Sumatera Utara terus tertinggal dari Provinsi lain."Jangan sampai kelak, anak cucu kita sengsara. Ibarat pepatah, tikus mati di lumbung padi. Sumut ini terus tertinggal dengan Provinsi lain. Di segala bidang kita mulai tertinggal. Untuk mengejarnya kita tak bisa pakai gigi dua ini," ujar Edy saat mengunjungi Kabupaten Kota di Kepulauan Nias beberapa waktu lalu.  
 
Di sejumlah kesempatan dan pertemuan dengan masyarakat Edy memang kerap menyuarakan kalau penanganan persoalan Sumut tidak bisa dianggap sepele.Ibarat sebuah kapal yang besar, Provinsi Sumut harus dinahkodai sosok yang memiliki komitmen tinggi, tegas, berani, jujur dan iklhas untuk mengembalikan martabat masyarakat Sumut. Oleh karenanya Edy sangat menyayangkan jika ada upaya oknum-oknum tak bertanggungjawab mencoba mengotori alam demokrasi di Provinsi Sumut. 
 
Namun, di balik pembawaannya yang tegas, mantan Panglima Kodam I BB ini dikenal sebagai sosok yang pria yang berhati lembut. Hal ini terlihat setiap kali dirinya berinteraksi dengan masyarakat khususnya saat berkunjungan ke daerah-daerah. Hampir di setiap kesempatan Edy akan terenyuh jika melihat masyarakat miskin dan meminta-minta. 
 
Di setiap kesempatan bertemu masyarakat, Edy memang kerap meneriakkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Sumut yang masih banyak jauh dari kata sejahtera. Padahal menurut Edy, Provinsi Sumut merupakan surga kecil pemberian Tuhan yang seharusnya bisa mengangkat kesejahteraan rakyatnya. 
 
"Apa yang tidak ada di Sumut ini. Emas, batubara, minyak, perkebunan, hasil laut, danau salah satu terbesar di dunia pun ada. Tanah kita subur. Tapi masih banyak rakyat kita yang tak cukup makan tiga kali sehari. Pasti ada yang salah dengan kita ini. Kita tidak pernah jujur dengan diri kita sendiri," ujarnya. 
 
Kebiasaan lainnya yang kerap membuat simpati masyarakat adalah kecintaan Edy terhadap anak-anak. Hampir di setiap kunjungannya ke masyarakat Edy berkesempatan menggedong anak kecil. Bahkan Edy tak segan-segan memohon agar dirinya diijinkan menggendong anak kecil dari gendongan orangtuanya. 
 
Di sejumlah kesempatan Edy memang sering terbawa perasaan dan bahkan mudah meneteskan air mata. Seperti saat kunjungannya ke Persatuan Tuna Netra Indonesia di Jalan Sampul, No.38, Medan.Tidak hanya mengekspresikan rasa sayangnya, Edy pun tak segan-segan memberikan Keybord miliknya saat si pemain keyboard yang juga penyandang tuna netra menyampaikan harapan jika Edy menjadi Gubernur nantinya bisa membantu peralatan musik untuk mereka. 
 
"Kenapa harus jadi Gubernur. Tidak jadi Gubernur pun akan saya bantu. Saya ke sini bukan kampanye, saya mau ibadah kemari. Hari ini saya tinggalkan keyboard ini untuk dipergunakan di sini," ujar Edy disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker