Minggu, 04 Oktober 2026

Luthfi Mutty Sebut Ketidakadilan Jadi Sumber Radikalisme

Kamis, 28 September 2017 00:30 WIB
Luthfi Mutty Sebut Ketidakadilan Jadi Sumber Radikalisme
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com–Diskriminasi, ketidakadilan, dan ketimpangan ditengarai menjadi sumber radikalisme di Indonesia. Tiga hal ini menjadi faktor lain di samping maraknya ajaran-ajaran radikal dari luar. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI Luthfi Mutty di Jakarta, Selasa (26/09/2017), saat menjadi narasumber di seminar bertajuk Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Kerangka Pembangungan Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat  PMKRI.

“Karena itu pemerintah harus hadir lewat pelayanan yang adil. Selain itu, penegakan hukum yang menempatkan semua warga negara bersamaan kedudukannya di depan hukum, menjadi PR lainnya. Jangan mendegradasi hukum menjadi komoditi yang bisa diperjualbelikan,” tambah anggota Komisi II DPR RI Luthfi Mutty, yang juga politisi NasDem ini melalui siaran persnya, Rabu (27/09/2017).

Menurut Luthfi, pelayanan pemerintah yang  diskriminatif hanya akan membuat radikalisme tumbuh subur di negeri ini. Demikian juga jika hukum hanya tajam ke bawah tumpul ke atas. Hal lain yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah memberdayakan rakyat lewat pembangunan yang berkeadilan. Luthfi mewanti-wanti betul soal ini karena kecemburuan sosial bisa membahayakan kondisi bangsa dan negara. “Ketimpangan yang kian lebar adalah lahan subur bagi tumbuhnya benih-benih radikalisme,” tutupnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Sat Binmas Polrestabes Medan Ajak Mahasiswa UIN Sumut Cegah Radikalisme di Lingkungan Kampus
Masyarakat Apresiasi Program Sosial Caleg Nasdem Ikhwan Lubis
Tanggapi Warga Desa Kubah Sentang Minta Perbaikan Jalan, NasDem Siap Perjuangkan
Sapa Abang Becak Belawan, Rahudman Siap Perjuangkan Medan Utara
Rahudman: NasDem Siap Perjuangkan Pembangunan di Medan Utara
Menuju Kursi DPR RI dari Dapil Sumut 3, Ikhwan Lubis Dapat Nomor Urut 3
komentar
beritaTerbaru
hit tracker