Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
Beritasumut.com-Buaya adalah binatang reptil yang sangat ganas dan banyak di takuti masyarakat. Apa saja bisa di mangsanya, termasuk manusia. Tetapi di Kota Binjai, tepatnya di Jalan AR Hakim, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, seorang warga bernama Firman alias Haris (35), sudah memelihara seekor buaya sejak tahun 2003 yang lalu.
Terletak di belakang rumahnya, tepatnya di kolam yang di semen, dengan memakai pagar besi. Buaya rawa yang oleh pemiliknya diberi nama Budi, setiap harinya di beri makan bangkai ayam ataupun bangkai bebek. "Setiap hari ada yang mengantarkan makan untuk buaya, biasanya bangkai ayam atau bangkai bebek. Itupun kami harus membayar sepuluh ribu atau dua puluh ribu setiap harinya," ungkap Firman.
Menurut pengakuan sang pemilik buaya, awalnya dirinya mempunyai sepasang buaya yang di beri kawannya dari lubuk pakam. Namun tidak lama dipelihara, seekor buaya betina mati. "Pada tahun 2003 saya diberi oleh kawan saya, awalnya sepasang, tapi tidak kemudian yang betina mati," kata firman.
Buaya rawa yang awalnya hanya panjang sekira 1 meter, kini panjangnya sudah mencapai 4 meter. "Ini berbahaya, untuk itu setiap orang yang mau melihat, dilarang terlalu dekat dengan kandang buaya, dan di kandang buaya pun sudah di tulis himbauan dilarang mendekati kolam buaya," harap Firman.
Lanjut firman, dirinya tidak keberatan Seandainya ada orang lain yang mau memelihara buaya tersebut. "SilahkAn kalau ada yang bersedia memeliharanya, tetapi saya berharap adalah uang gantinya. Karena saya sudah lama memeliharanya, apalagi saya buat kolam ini dengan biaya sendiri," ungkap Firman.
Saat ditanya, apakah ada warga yang pernah di gigit oleh Budi sang buaya. Firman menjelaskan, tidak pernah ada. "Ini karena sudah ukuran besar, jadi kita takut untuk memeliharanya. karena di takutkan ada anak anak yang masuk, di tambah lagi biaya pemeliharaannya cukup besar, dua ekor ayam atau bebek setiap harinya untuk biaya makannya, jadi berat juga kita untuk biayanya," sambungnya.
"Sebelumnya sudah pernah di tawar oleh orang perternakan buaya asam kumbang, cuma dia mau bayar upah nangkapnya aja, ya kalau kami maunya bayarnya sepantasnya," ujarnya.(BS08)
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
beritasumut.com Sidang perdana perkara pembatalan perdamaian (homologasi) yang diajukan oleh 34 mantan karyawan terhadap PT Tor Ganda di Pe
Peristiwa
PT Dua Rimba Medtech Indonesia resmikan fasilitas di Cikarang untuk dorong manufaktur alat kesehatan lokal dan solusi perawatan luka modern.
Kesehatan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi