Selasa, 28 April 2026

Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono Serukan Atasi Gap Ristek KP dalam Pertemuan KSST Dunia

Sabtu, 25 September 2021 20:30 WIB
Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono Serukan Atasi Gap Ristek KP dalam Pertemuan KSST Dunia
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya peran riset dan teknologi dalam mengelola sumber daya perikanan agar berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia. Untuk itu, Menteri Trenggono mengajak negara-negara yang tergabung dalam forum Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST/South-South and Triangular Cooperation) memperkuat kerja sama di dua bidang tersebut.

Menteri Trenggono sebagai Keynote Speech dalam pertemuan High Level Roundtable yang dihelat secara luring dan daring, pada Jumat (24/09/2021). Hadir Wakil Menteri Pertanian dan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, para Menteri beberapa negara, Organisasi Internasional, Utusan Diplomatik negara undangan yang berkedudukan di Republik Rakyat Tiongkok.

"Kepentingan untuk menyeimbangkan antara perlindungan ekologi, kesehatan lingkungan laut, dan pembangunan ekonomi mutlak memerlukan adanya kerja sama riset dan teknologi. Untuk itu Indonesia mendorong negara-negara yang menguasai teknologi perikanan sebagai mitra pembangunan, untuk memberikan dukungan teknis terhadap Negara Selatan-Selatan, dalam bentuk riset, talent training dan capacity building," ujar Menteri Trenggono dilansir dari Kkp.go.id, Sabtu (25/09/2021).

Baca Juga:

Baca Juga : Pangkogabwilhan I Pantau Situasi Laut Natuna Utara dan Perbatasan Terluar di Pulau Sekatung

Indonesia mengakui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular sebagai sebuah wadah untuk meningkatkan kemajuan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, berdasarkan kemitraan multi-pemangku kepentingan atau multi-stakeholder partnerships (MSP).

Baca Juga:

[br] Menteri Trenggono mengatakan, pembangunan perikanan saat ini belum seimbang secara geografis dan belum memenuhi kebutuhan pangan dunia. Sementara perubahan iklim juga menjadi tantangan setiap negara dan memberikan dampak yang serius kepada pengembangan industri perikanan. Untuk itu, sambungnya, Pemerintah Indonesia juga mendorong kerja sama sektor perikanan dalam kerangka Selatan-Selatan. Indonesia mendukung pengembangan perikanan, terutama aktivitas perikanan yang rendah karbon dan ramah lingkungan.

"Pentingnya Negara Selatan-Selatan untuk bekerjasama yang sangat baik dan berkontribusi dalam mengelola dampak dari perubahan iklim terhadap sektor perikanan," tambahnya. Menurutnya, kontinuitas pemenuhan kebutuhan pangan dunia juga ditentukan oleh praktik-praktik penangkapan ikan yang terukur. Penangkapan ikan terukur diharapkan mendorong terciptanya pengelolaan sumber daya perikanan yang baik, untuk menjaga kelestarian ekologi.

Pertemuan High Level Roundtable South-South and Triangular Cooperation menjadi bagian dalam acara Global Conference on Aquaculture (GCA +20) yang diselenggarakan oleh MARA RRT bekerja sama dengan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan the Network of Aquaculture Centre in Asia-Pacific (NACA). GCA +20 berlangsung dari 22 September hingga 25 September 2021. (BS09)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Dukung Keberlanjutan Perikanan, Mahasiswa UPER Rancang Prototipe Bisnis Hasil Tangkap Laut
Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat, Pemprov Sumut Gelar Kegiatan Gemarikan
Buka FGD Peningkatan Kapasitas Hasil Pengolahan Ikan, Walikota Medan: Perlu Pemahaman Problem Hulu dan Hilir
Bobby Nasution Tepati Janji, Dinas Pertanian Perikanan Buka Posko Pengurusan TDKP
Nelayan Tradisional di Kota Medan Terima Bantuan Asuransi dari Pemko Medan
Presiden Optimis, Produk Perikanan Indonesia Masih Sangat Menjanjikan untuk Pasar Dunia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker